RADAR BANYUWANGI – Kecepatan mengenali gejala dan merujuk pasien stroke menjadi kunci menyelamatkan nyawa sekaligus menekan risiko kecacatan. Berkat inovasi I-CARE (Integrated Cerebrovascular Attack Referral and Early Detection System), RSUD Blambangan Banyuwangi berhasil meraih Juara 1 National Patient Safety Innovation Challenge 2026, kompetisi inovasi keselamatan pasien yang digelar Kementerian Kesehatan bersama WHO Indonesia dalam rangka World Patient Safety Day (WPSD) 2026.
Penghargaan nasional tersebut menjadi pengakuan atas inovasi layanan stroke yang dikembangkan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu. I-CARE dirancang untuk membantu masyarakat mengenali tanda-tanda serangan stroke lebih dini sekaligus mempercepat proses rujukan agar pasien segera memperoleh penanganan medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, Dr. dr. Siti Asiyah Anggraeni, MMRS, FisQua, CHQP, mengatakan, I-CARE bukan program yang baru diterapkan. Sistem tersebut telah dikembangkan dan digunakan dalam pelayanan stroke RSUD Blambangan selama beberapa tahun.
Menurut Asiyah, manfaat inovasi itu telah dirasakan masyarakat Banyuwangi, terutama pasien stroke yang menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah RSUD Blambangan mendapat juara satu, yaitu salah satu inovasi RSUD Blambangan, namanya I-CARE. Ini inovasi juara satu Innovation Challenge dari Kementerian Kesehatan,” ujar Asiyah.
Percepat Penanganan di Masa Kritis Stroke
Keunggulan I-CARE terletak pada upaya memangkas waktu sejak gejala stroke dikenali hingga pasien mendapatkan penanganan. Dalam kasus stroke, kecepatan menjadi faktor penting karena pasien memiliki periode kritis yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan risiko kecacatan.
Periode tersebut dikenal sebagai golden period. Semakin cepat pasien dikenali mengalami serangan stroke dan mendapatkan penanganan yang sesuai, semakin besar peluang tenaga medis memberikan terapi tepat waktu sesuai kondisi pasien.
Melalui I-CARE, RSUD Blambangan berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala stroke sekaligus mempercepat alur rujukan. Dengan begitu, pasien diharapkan tidak kehilangan waktu berharga sebelum memperoleh layanan medis.
“Ini dikembangkan untuk membantu mengenali serangan stroke lebih dini dan mempercepat proses rujukan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” jelas Asiyah.
Inovasi ini juga menempatkan pengenalan gejala dan koordinasi rujukan sebagai bagian penting dalam pelayanan stroke. Sebab, keterlambatan mengenali tanda serangan atau membawa pasien ke fasilitas kesehatan dapat menghambat penanganan yang dibutuhkan.
Rekam Jejak Layanan Stroke hingga Tingkat Internasional
Prestasi di National Patient Safety Innovation Challenge 2026 menambah catatan penghargaan RSUD Blambangan dalam pengembangan layanan stroke. Sebelumnya, rumah sakit tersebut juga memperoleh penghargaan Diamond dari World Stroke Organization (WSO) atau Organisasi Stroke Dunia.
Penghargaan Diamond disebut sebagai tingkatan tertinggi dalam penilaian layanan stroke. Capaian tersebut melengkapi upaya RSUD Blambangan meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien dengan gangguan pembuluh darah otak.
Bagi masyarakat, pengembangan sistem deteksi dini dan percepatan rujukan menjadi penting karena stroke membutuhkan respons medis yang cepat. Melalui I-CARE, RSUD Blambangan berupaya memperkuat proses penanganan sejak gejala dikenali hingga pasien memperoleh layanan yang diperlukan.
Raihan juara nasional ini sekaligus mempertegas fokus RSUD Blambangan pada inovasi keselamatan pasien, khususnya dalam pelayanan stroke yang menuntut ketepatan dan kecepatan penanganan. (*)
Editor : Ali Sodiqin