RADAR BANYUWANGI - Segelas es teh manis kerap menjadi pelengkap saat menyantap nasi padang, bakso, hingga makanan berat lainnya. Rasanya yang segar membuat teh menjadi pilihan minuman ketika makan. Namun, kebiasaan tersebut ternyata perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh.
Kandungan polifenol, termasuk tanin, pada teh dapat menghambat penyerapan zat besi tertentu dari makanan. Dampaknya terutama terjadi pada zat besi nonheme yang banyak ditemukan dalam sayuran, kacang-kacangan, dan makanan yang diperkaya zat besi.
Lantas, apakah minum teh setelah makan berbahaya? Berapa lama jeda yang dianjurkan agar penyerapan nutrisi tidak terganggu?
Mengapa Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi?
Ahli gizi Ardhila Lovi Hasinofa, S.Gz., RD, melalui konten edukasi The Doctor Diet menjelaskan bahwa waktu mengonsumsi teh perlu diperhatikan, terutama setelah menyantap makanan tinggi zat besi.
"Waktu terbaik untuk minum teh adalah 30 menit sampai 2 jam setelah makan," ujar Ardhila.
Pengaruh waktu konsumsi teh juga diteliti dalam studi yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition pada 2017.
Penelitian terhadap 12 perempuan tersebut membandingkan penyerapan zat besi ketika makanan dikonsumsi bersama air putih, bersama teh, dan ketika teh diminum satu jam setelah makan.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat hambatan penyerapan zat besi nonheme sebesar 37,2 persen ketika teh diminum bersamaan dengan makanan. Angka hambatan tersebut turun menjadi 18,1 persen ketika konsumsi teh diberi jeda satu jam.
Meski demikian, hasil tersebut tidak dapat digeneralisasi bahwa setiap orang akan mengalami penurunan penyerapan zat besi dengan persentase yang sama.
National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menjelaskan bahwa zat besi dari makanan terbagi menjadi dua bentuk, yakni heme dan nonheme.
Zat besi heme terutama ditemukan dalam daging dan makanan laut. Sementara itu, zat besi nonheme banyak terdapat dalam bahan pangan nabati. Penyerapan zat besi nonheme lebih mudah dipengaruhi oleh komponen makanan dan minuman lainnya.
Apakah Minum Teh Saat Makan Bisa Menyebabkan Anemia?
Kebiasaan minum teh bersamaan dengan makanan berpotensi memperburuk kekurangan zat besi, khususnya pada orang yang asupan atau cadangan zat besinya sudah rendah.
Dalam pemberitaan detikHealth pada 16 Desember 2024, dokter spesialis anak Meiriani Sari, M.Sc., Sp.A., IBCLC, menjelaskan bahwa tanin dalam teh dapat mengikat zat besi sehingga menghambat penyerapannya.
"Jadi kalau kita minum teh sebaiknya tidak sambil makan," kata Meiriani.
Kekurangan zat besi yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Kondisi ini dapat ditandai dengan tubuh mudah lelah, lemas, pucat, hingga sulit berkonsentrasi.
Namun, bukan berarti seseorang langsung mengalami anemia hanya karena sesekali minum teh setelah makan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan bahwa anemia memiliki beragam penyebab, tidak hanya kekurangan zat besi. Karena itu, keluhan yang mengarah pada anemia perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Berapa Lama Sebaiknya Menunggu untuk Minum Teh?
Berdasarkan penelitian tersebut, menunggu setidaknya satu jam setelah makan dapat membantu mengurangi efek penghambatan penyerapan zat besi.
Sebagai langkah yang lebih berhati-hati, terutama bagi orang dengan kekurangan zat besi, konsumsi teh bisa diberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan.
National Health Service (NHS) Inggris bahkan menganjurkan jeda dua jam antara konsumsi teh atau kopi dengan makanan tinggi zat besi maupun suplemen zat besi tertentu.
Sementara itu, air putih dapat menjadi pilihan minuman saat makan tanpa menambahkan senyawa penghambat penyerapan zat besi seperti yang terdapat dalam teh.
Pilihan lainnya adalah mengonsumsi buah kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, dan pepaya, bersama makanan.
Menurut NIH dan WHO, vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi nonheme. Jika memilih es jeruk, sebaiknya hindari penambahan gula berlebihan.
Dengan demikian, pencinta teh tidak harus berhenti menikmati minuman favoritnya. Cukup perhatikan waktu konsumsi, terutama ketika menyantap makanan kaya zat besi.
Mengatur jeda minum teh merupakan langkah sederhana untuk membantu tubuh memperoleh manfaat zat besi dari makanan secara lebih optimal.
Editor : Lugas Rumpakaadi