RADAR BANYUWANGI – Peserta Nggravel Glenmore 2026 tak hanya ditantang menaklukkan jalur dengan aktivitas fisik berintensitas tinggi. Aspek keselamatan juga mendapat perhatian serius. IHC RSU Bhakti Husada berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah puskesmas di wilayah Genteng, Kalibaru, serta Glenmore untuk memastikan dukungan medis tersedia sepanjang kegiatan, termasuk dengan menyiagakan mini ICU di area start dan finish serta pos kesehatan di sejumlah titik jalur.
Pengawalan kesehatan tersebut menjadi bagian dari dukungan IHC RSU Bhakti Husada terhadap kegiatan olahraga sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Tim medis rumah sakit bersama jajaran Dinkes disebar di titik-titik yang telah ditentukan. Keberadaan petugas kesehatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan respons awal apabila peserta mengalami gangguan kesehatan selama mengikuti rangkaian Nggravel Glenmore 2026.
Bukan hanya fasilitas di lokasi yang disiapkan. IHC RSU Bhakti Husada juga menempatkan diri sebagai rumah sakit rujukan apabila terdapat peserta atau pihak lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
PIC tim medis IHC RSU Bhakti Husada, dr Mimbar Allan Syah, mengatakan keterlibatan rumah sakit dalam kegiatan olahraga merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.
“Selain mini ICU di lokasi kegiatan, kami juga sudah menyiapkan fasilitas sebagai rumah sakit rujukan jika memang ada insiden yang membutuhkan tindakan atau rawat inap di rumah sakit,” katanya.
Antisipasi Aktivitas Fisik Intens
Aktivitas gravel menuntut peserta memiliki kondisi fisik yang prima. Durasi kegiatan, medan yang dilalui, serta intensitas aktivitas menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan peserta selama berada di jalur.
Karena itu, kehadiran tenaga medis tidak hanya berfungsi sebagai langkah antisipasi ketika terjadi insiden. Petugas juga dapat menjadi bagian dari edukasi kepada peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi tubuh dan menjaga kebugaran selama mengikuti kegiatan olahraga.
Peserta diingatkan untuk tidak mengabaikan sinyal tubuh ketika aktivitas fisik mulai terasa terlalu berat. Asupan cairan, kondisi fisik, serta kemampuan tubuh menghadapi aktivitas juga perlu menjadi perhatian selama mengikuti kegiatan.
Bagi penyelenggara, dukungan fasilitas medis menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan kegiatan olahraga dapat berlangsung dengan dukungan keselamatan yang memadai.
IHC RSU Bhakti Husada sendiri memiliki program Medicare On Vacation, layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan kesehatan dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas wisata dan olahraga.
Program tersebut memiliki sejumlah layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan. Mulai dari kunjungan kesehatan atau homecare di penginapan dan lokasi wisata, medical checkup, pengawalan wisata, medical event, hingga skrining kesehatan dengan pemeriksaan laboratorium.
Selain itu, tersedia pula layanan pendirian mini ICU di lokasi kegiatan atau rapat serta penyediaan ambulans emergency.
Dengan layanan tersebut, dukungan kesehatan tidak harus selalu menunggu pasien datang ke rumah sakit. Tim medis dapat dihadirkan lebih dekat dengan lokasi masyarakat beraktivitas, termasuk pada kegiatan olahraga dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Bagi masyarakat, institusi, komunitas, maupun penyelenggara kegiatan yang membutuhkan layanan Medicare On Vacation dari RSU Bhakti Husada, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui customer care 081243843100.
Keterlibatan tenaga kesehatan dalam Nggravel Glenmore 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga dan kesehatan dapat berjalan beriringan. Ketika aktivitas fisik digelar di medan yang menantang, kesiapan pertolongan medis menjadi bagian penting agar peserta dapat menikmati kegiatan dengan rasa aman. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin