I-CARE Antar RSUD Blambangan Juara 1 Innovation Challenge WPSD 2026

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 03:00 WIB
PRESTASI: Plt Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah (tiga dari kiri) amenerima penghargaan Juara 1 Innovation Challenge WPSD 2026. (PUTRI/ RSUD Blambangan)
PRESTASI: Plt Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah (tiga dari kiri) amenerima penghargaan Juara 1 Innovation Challenge WPSD 2026. (PUTRI/ RSUD Blambangan)

RADAR BANYUWANGI – Inovasi deteksi dini stroke membawa RSUD Blambangan meraih Juara 1 Innovation Challenge dalam rangkaian World Patient Safety Day (WPSD) 2026. Melalui inovasi I-CARE, rumah sakit tersebut menunjukkan bahwa kecepatan mengenali tanda serangan stroke dan mempercepat proses rujukan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat keselamatan pasien.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen RSUD Blambangan dalam mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

I-CARE dikembangkan untuk membantu mengenali serangan stroke lebih dini sekaligus mempercepat proses rujukan. Dengan pengenalan kondisi yang lebih cepat, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan secara tepat dan tidak kehilangan waktu berharga dalam proses pelayanan.

Inovasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya RSUD Blambangan membangun budaya patient safety di lingkungan rumah sakit. Tidak hanya mengandalkan kecanggihan inovasi, penerapannya juga membutuhkan kolaborasi serta profesionalisme tenaga kesehatan.

Ajang Innovation Challenge WPSD 2026 sendiri menjadi ruang bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk menunjukkan berbagai terobosan dalam menjawab tantangan keselamatan pasien. I-CARE menjadi salah satu inovasi yang membawa nama RSUD Blambangan ke posisi teratas dalam kompetisi tersebut.

Bagi RSUD Blambangan, capaian itu bukan sekadar tambahan penghargaan. Prestasi tersebut menjadi pemantik untuk terus mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Terlebih, stroke merupakan kondisi yang membutuhkan respons cepat. Kemampuan mengenali gejala sejak awal dan mempercepat akses pasien menuju layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya memberikan penanganan yang sesuai.

Plt Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah mengatakan, penghargaan tersebut semakin menguatkan komitmen rumah sakit untuk terus melakukan transformasi pelayanan.

“Melalui keberhasilan ini, RSUD Blambangan berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang mengedepankan mutu, keselamatan, dan kepuasan pasien. Ini sejalan dengan semangat patient safety first,” ujarnya.

Menurut Asiyah, pengembangan inovasi juga tidak dapat dilepaskan dari arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pelayanan kesehatan dituntut tidak hanya semakin lengkap, tetapi juga mampu memberikan respons yang lebih cepat dan terintegrasi.

Dia menyebut hal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani agar pelayanan kesehatan semakin berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya harus semakin lengkap, tetapi juga harus semakin cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.

Keberhasilan I-CARE menjadi catatan penting bagi RSUD Blambangan dalam perjalanan meningkatkan kualitas pelayanan. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pasien dapat diperkuat melalui langkah sederhana yang berdampak besar: mengenali kondisi lebih cepat, mempercepat rujukan, dan memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.

Setelah meraih Juara 1 Innovation Challenge WPSD 2026, RSUD Blambangan berkomitmen melanjutkan pengembangan I-CARE serta inovasi lainnya secara berkelanjutan. Target akhirnya bukan sekadar prestasi kompetisi, melainkan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin aman, cepat, terintegrasi, dan memberi manfaat nyata bagi pasien. (*/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
I-CARE RSUD WPSD 2026 Deteksi stroke rsud blambangan keselamatan pasien