RADAR BANYUWANGI – Merasa sehat belum tentu berarti tubuh benar-benar bebas dari penyakit. Diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung dapat berkembang tanpa gejala berarti pada tahap awal, tetapi berisiko memicu komplikasi serius bahkan kematian mendadak. Karena itu, deteksi dini melalui medical checkup (MCU) rutin menjadi langkah penting sebelum penyakit berkembang dan semakin sulit ditangani.
Staf medis Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Gambiran, Banyuwangi, dr Qomaria mengatakan, sejumlah penyakit tersebut kerap disebut silent killer karena dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas. Kondisi itu membuat seseorang sering kali baru mengetahui penyakitnya setelah muncul komplikasi.
“Dengan MCU secara teratur, dokter dapat merencanakan langkah-langkah metode penanganan dan pengobatan dini atau pengaturan pola hidup sehat sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih sulit ditangani,” ujar dr Qomaria.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala tidak hanya ditujukan bagi orang yang sedang sakit. MCU juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, termasuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit sejak awal.
Di RSAH, pemeriksaan MCU tersedia dengan sejumlah jenis pemeriksaan yang dapat disesuaikan kebutuhan. Mulai dari pemeriksaan darah, urine, hingga pemeriksaan menggunakan perangkat pencitraan.
Pemeriksaan darah antara lain mencakup gula darah, kolesterol, asam urat, SGOT, SGPT, dan kreatinin. SGOT dan SGPT digunakan untuk membantu menilai fungsi hati, sedangkan kreatinin dapat menjadi salah satu indikator dalam menilai fungsi ginjal.
Ada pula pemeriksaan foto thorax atau rontgen dada serta tes urine. Pemeriksaan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Untuk pemeriksaan lebih spesifik, RSAH juga menyediakan USG abdomen atau perut, pap smear, serta USG jantung atau echocardiography.
Pemeriksaan jantung juga dapat dilakukan melalui layanan treadmill. Tes ini digunakan untuk melihat respons jantung ketika tubuh melakukan aktivitas fisik.
“Tes treadmill adalah pemeriksaan kondisi jantung yang digunakan untuk mengetahui seberapa baik jantung merespon pada saat tubuh beraktivitas,” terang Qomaria.
Mulai Rutin Saat Usia 40 Tahun
Frekuensi pemeriksaan kesehatan, lanjut Qomaria, perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing individu. Secara umum, orang dewasa dianjurkan melakukan MCU secara rutin setidaknya satu kali dalam setahun.
Perhatian lebih perlu diberikan ketika seseorang memasuki usia di atas 40 tahun. Pada fase tersebut, pemeriksaan berkala menjadi semakin penting untuk memantau berbagai faktor risiko penyakit yang dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
Sementara bagi mereka yang telah berusia lebih dari 50 tahun, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering sesuai rekomendasi dokter. Hal serupa berlaku bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu.
Salah satunya adalah riwayat keluarga dengan penyakit berat, seperti penyakit jantung, diabetes, atau kanker. Mereka yang sedang menjalani pemantauan karena kondisi medis kronis juga dianjurkan mengikuti jadwal pemeriksaan yang ditentukan dokter.
Prinsipnya sederhana: jangan menunggu tubuh memberikan sinyal berupa keluhan untuk mulai memeriksa kesehatan.
Dengan deteksi lebih awal, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan perubahan gaya hidup, mengendalikan faktor risiko, sekaligus mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
RSAH Gambiran menyediakan sejumlah pilihan paket MCU yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Paket tersebut antara lain MCU sederhana, MCU standar, MCU Haji, MCU remaja, serta pemeriksaan bagi calon peserta yang akan melanjutkan pendidikan kedinasan.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan paket MCU di RSAH dapat diperoleh melalui nomor 0823-3308-5158.
Pada akhirnya, pemeriksaan kesehatan bukan sekadar mencari penyakit. MCU menjadi salah satu cara untuk mengenali kondisi tubuh lebih awal, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit yang semula tidak terasa berubah menjadi persoalan kesehatan yang serius. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin