RADAR BANYUWANGI – Mudahnya mendapatkan obat bukan berarti masyarakat boleh mengonsumsinya sembarangan. Dosis, kandungan, cara penggunaan hingga efek samping perlu dipahami sebelum obat diminum. Karena itu, bertanya kepada apoteker menjadi langkah penting agar penggunaan obat tepat dan aman.
Kepala Instalasi Farmasi RS Al Huda Apt Uma Nurin SFarm mengatakan, akses masyarakat terhadap obat saat ini semakin mudah. Berbagai iklan dan promosi obat juga dapat ditemukan di banyak media.
Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi pengetahuan yang cukup. Tanpa memahami aturan pemakaian, masyarakat berisiko mengonsumsi obat dengan dosis atau cara yang tidak sesuai.
“Hal ini justru bisa memperparah sakit yang dialami,” ujar Uma.
Lima Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Minum Obat
Menurut Uma, setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat.
Pertama, kenali nama obat dan kandungannya. Kedua, pahami khasiat atau kegunaan obat. Ketiga, perhatikan dosis yang dianjurkan.
Keempat, pahami cara menggunakan obat. Kelima, kenali kemungkinan efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat.
Masyarakat juga perlu mengetahui kategori obat berdasarkan tanda pada kemasan. Informasi tersebut membantu konsumen memahami apakah obat dapat digunakan secara bebas atau membutuhkan perhatian khusus.
Uma menjelaskan, obat dengan lingkaran hijau merupakan obat bebas. Sementara tanda lingkaran biru menunjukkan obat bebas terbatas yang disertai tanda peringatan pada kemasan.
Adapun lingkaran merah dengan huruf K menandakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.
Jangan Abaikan Dosis dan Aturan Pakai
Kesalahan penggunaan obat tidak hanya berkaitan dengan jenis obat. Aturan minum dan dosis juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Uma mengingatkan masyarakat untuk membaca aturan pemakaian sebelum mengonsumsi obat. Frekuensi penggunaan dalam sehari hingga takaran obat harus mengikuti petunjuk yang diberikan.
“Durasi waktu berapa kali dalam satu hari, kemudian dosisnya full atau setengah saja juga harus diperhatikan sehingga efektivitas pemakaian obat dapat tercapai,” tegasnya.
Pemakaian obat yang tepat membantu memastikan obat digunakan sesuai tujuan terapinya. Sebaliknya, penggunaan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko munculnya efek yang tidak diinginkan.
Efek Samping Bisa Beragam
Setiap obat memiliki karakteristik dan potensi efek samping yang berbeda. Beberapa obat dapat menyebabkan kantuk, iritasi lambung, reaksi alergi, hingga gangguan pada fungsi hati atau ginjal.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak hanya mengambil obat lalu langsung mengonsumsinya. Saat menerima obat di apotek, pasien dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya kepada apoteker.
Pertanyaan sederhana seperti bagaimana cara minum, berapa dosis yang tepat, kapan waktu penggunaannya, hingga efek samping yang perlu diwaspadai dapat membantu pasien menggunakan obat secara lebih tepat.
“Biasakan untuk bertanya dan memastikan cara penggunaannya secara tepat dan sesuai dengan aturan,” pesan Uma.
Bisa Konsultasi di Instalasi Farmasi RS Al Huda
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai obat, Instalasi Farmasi RS Al Huda menyediakan layanan konsultasi.
Masyarakat dapat datang Senin-Sabtu pukul 07.00-14.00 untuk berkonsultasi mengenai penggunaan obat.
Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui nomor 0821-4150-8363.
Pesannya sederhana: sebelum minum obat, jangan hanya bertanya “obat ini untuk apa?”, tetapi pastikan juga kandungan, dosis, cara penggunaan, dan efek sampingnya. Ketika ragu, tanya apoteker agar obat digunakan sesuai aturan. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin