Layanan Baru RSUD Blambangan, Gangguan Akses Hemodialisis Bisa Ditangani

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:33 WIB
Tim medis berkolaborasi untuk mempertahankan fungsi akses vaskular demi mendukung keberlangsungan terapi hemodialisis pasien. (PUTRI RSBL for Radar Banyuwangi)
Tim medis berkolaborasi untuk mempertahankan fungsi akses vaskular demi mendukung keberlangsungan terapi hemodialisis pasien. (PUTRI RSBL for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pasien hemodialisis di Banyuwangi kini memiliki opsi penanganan gangguan akses vaskular yang semakin lengkap. RSUD Blambangan sukses melaksanakan Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTA) pada draining vein arteriovenous (AV) shunt dan stenosis vena sentral, sebagai bagian dari pengembangan layanan intervensi vaskular.

Pengembangan layanan tersebut menjadi langkah RSUD Blambangan untuk memperkuat pelayanan bagi pasien yang menjalani terapi hemodialisis. Salah satu manfaatnya, pasien dengan gangguan aliran pada akses vaskular dapat memperoleh penanganan di daerah tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar Banyuwangi.

PTA merupakan prosedur minim invasif untuk menangani penyempitan pembuluh darah. Tindakan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju lokasi yang mengalami stenosis.

Setelah mencapai titik penyempitan, balon yang berada di ujung kateter dikembangkan. Proses tersebut bertujuan memperlebar lumen pembuluh darah sehingga aliran darah dapat kembali lebih optimal.

Penting bagi Pasien Hemodialisis

Pada pasien yang menggunakan AV shunt sebagai akses hemodialisis, penyempitan pada draining vein dapat mengganggu kelancaran aliran darah. Kondisi tersebut berpotensi membuat fungsi akses vaskular tidak optimal.

Selain itu, stenosis pada vena sentral juga dapat menghambat aliran balik darah melalui pembuluh vena. Karena itu, penanganan penyempitan pembuluh menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga fungsi akses vaskular pasien hemodialisis.

Pelaksanaan PTA di RSUD Blambangan dilakukan oleh tim medis yang terdiri atas dr Mochamad Bagus R SpBTKV, dr Nelly Mulyaningsih SpJP(K) FIHA FAsCC, dan dr Mochammad Nizam Fahmi SpRad RI(K).

Tindakan tersebut didukung sumber daya manusia yang kompeten serta fasilitas dan peralatan medis yang memadai.

RSUD Blambangan Perkuat Layanan di Banyuwangi

Plt Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah mengatakan, pengembangan intervensi vaskular merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang semakin lengkap dan efektif.

Menurut dia, layanan tersebut juga diarahkan agar kebutuhan pasien dapat ditangani sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya.

“Dengan demikian, pasien diharapkan memperoleh akses terhadap penanganan gangguan vaskular tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah,” ujar Asiyah.

Pengembangan layanan ini sekaligus memperkuat posisi RSUD Blambangan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

Asiyah menambahkan, dukungan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta tata kelola pelayanan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pengembangan layanan intervensi vaskular.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani agar peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan melalui penguatan SDM, fasilitas, dan tata kelola.

Dengan berkembangnya layanan PTA, RSUD Blambangan berharap penanganan gangguan vaskular, khususnya yang berkaitan dengan akses hemodialisis, dapat semakin mudah dijangkau masyarakat di Banyuwangi dan sekitarnya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Pasien Hemodialisis PTA vaskular AV shunt stenosis vena rsud blambangan