Kasus Mirip Flu Melonjak di Banyuwangi, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:30 WIB
PERLINDUNGAN DIRI: Tenaga medis RSUD Genteng menyuntikkan vaksin pada pasien untuk mencegah influenza. (RSUD Genteng for Radar Banyuwangi)
ILUSTRASI: Tenaga medis RSUD Genteng menyuntikkan vaksin pada pasien untuk mencegah influenza. (RSUD Genteng for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kasus penyakit yang menyerupai influenza (influenza-like illness/ILI) menunjukkan tren kenaikan di Banyuwangi. Hampir seluruh puskesmas melaporkan peningkatan kunjungan pasien bergejala flu dalam beberapa hari terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi pun memperketat pemantauan untuk mengantisipasi kasus berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, peningkatan kasus ILI tidak hanya terjadi di Banyuwangi. Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur juga melaporkan kecenderungan serupa.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian lintas daerah. Dinkes Provinsi Jawa Timur bahkan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kedaruratan yang meminta daerah meningkatkan deteksi dini terhadap kasus dengan gejala influenza.

"Di Banyuwangi sendiri grafiknya sudah naik. Rekapitulasi angka resminya secara terpadu baru akan kami sampaikan di akhir bulan nanti. Sebagai gambaran komparasi, pada Agustus lalu rata-rata kasus ILI di Banyuwangi menyentuh angka 8.500 kasus dalam sebulan," ujar Amir, Selasa (23/9).

Isu H3N2 Belum Terbukti

Di tengah meningkatnya kasus, beredar informasi di masyarakat yang mengaitkan lonjakan penyakit tersebut dengan Influenza A strain H3N2 subklinis atau yang disebut sebagai "super flu".

Dinkes Banyuwangi meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan penyebab lonjakan kasus berdasarkan informasi yang beredar. Hingga kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai varian virus tertentu yang disebut sedang mewabah.

Keterbatasan pemeriksaan laboratorium juga menjadi salah satu faktor. Fasilitas laboratorium medis di Banyuwangi belum memiliki alat uji usap (swab) khusus untuk mengidentifikasi strain virus influenza secara spesifik.

Pemeriksaan yang tersedia saat ini berupa PCR secara umum untuk mendeteksi keberadaan infeksi virus maupun bakteri. Karena itu, kenaikan kasus ILI belum dapat secara otomatis dikaitkan dengan strain virus tertentu.

Dinkes Waspadai Perburukan

Meski jumlah kasus ILI mengalami peningkatan, Dinkes Banyuwangi menyatakan sejauh ini belum menemukan tingkat fatalitas atau angka kematian yang menonjol pada kelompok penyakit tersebut.

Namun, kewaspadaan tetap diperkuat di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Tenaga kesehatan diminta memantau perkembangan kondisi pasien, terutama kemungkinan munculnya gejala yang mengarah pada SARI.

SARI merupakan kondisi infeksi saluran pernapasan akut dengan tingkat keparahan lebih tinggi dan berpotensi menimbulkan komplikasi.

"Untuk kategori ILI sejauh ini tidak menimbulkan fatalitas. Yang wajib kita waspadai bersama adalah jangan sampai kasus ini berkembang menjadi SARI yang memicu komplikasi berat," pungkas Amir. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
flu Banyuwangi Kasus ILI Penyakit flu Dinkes Banyuwangi influenza H3N2