Jeroan Bikin Asam Urat Naik? Ini Penjelasan Dokter Tirta dan Fakta Medisnya

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:12 WIB
Jeroan seperti hati, usus, paru, dan ampela termasuk makanan yang mengandung purin sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi penderita gout. (ChatGPT)
Jeroan seperti hati, usus, paru, dan ampela termasuk makanan yang mengandung purin sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi penderita gout. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Jeroan seperti hati, usus, paru, ginjal, hingga ampela menjadi makanan yang cukup digemari masyarakat.

Namun, muncul anggapan bahwa terlalu sering mengonsumsi jeroan dapat membuat kadar asam urat meningkat.

Anggapan tersebut memiliki dasar karena jeroan termasuk makanan yang mengandung purin.

Ketika purin dipecah dalam tubuh, salah satu produk akhirnya adalah asam urat.

Meski demikian, hubungan antara jeroan dan asam urat tidak sesederhana bahwa setiap kali seseorang mengonsumsi jeroan, kadar asam uratnya pasti langsung meningkat.

Kadar asam urat dalam tubuh juga dipengaruhi oleh produksi dan kemampuan tubuh membuang urat, terutama melalui ginjal.

Dokter Tirta dalam penjelasannya menyebut jeroan dan daging merah memang mengandung purin.

Menurutnya, purin bukan zat yang sepenuhnya harus dihindari karena tubuh juga membutuhkannya dalam berbagai proses biologis.

“Selain protein, jeroan dan daging merah ini juga mengandung zat yang bernama purin. Purin itu juga dibutuhkan oleh tubuh untuk merangkai adenin dan guanin, salah satu rangkaian ATP dan rangkaian DNA,” terangnya.

Mengapa Purin Berkaitan dengan Asam Urat?

Purin merupakan senyawa yang terdapat secara alami di dalam tubuh maupun sejumlah makanan.

Ketika purin dimetabolisme, tubuh menghasilkan urat sebagai salah satu produk akhirnya.

Tubuh manusia tidak memiliki enzim urikase yang dapat mengubah urat menjadi allantoin.

Karena itu, kadar urat di dalam tubuh perlu dikendalikan melalui proses ekskresi.

Sebagian besar urat dikeluarkan melalui ginjal, sedangkan sisanya melalui saluran pencernaan.

Artinya, tingginya kadar asam urat atau hiperurisemia tidak hanya berkaitan dengan banyaknya purin yang dikonsumsi.

Gangguan dalam proses pembuangan urat juga dapat menyebabkan zat tersebut menumpuk di dalam darah.

Kurangnya pembuangan urat melalui ginjal merupakan salah satu mekanisme penting yang berkontribusi terhadap hiperurisemia dan gout.

Jeroan Termasuk Makanan yang Perlu Diperhatikan

Jeroan termasuk kelompok makanan yang kaya purin.

Karena itu, konsumsinya perlu diperhatikan, terutama oleh orang yang sudah mengalami hiperurisemia atau gout.

Pedoman American College of Rheumatology merekomendasikan pembatasan asupan purin secara kondisional bagi pasien gout.

Namun, perubahan pola makan umumnya hanya memberikan pengaruh terbatas terhadap kadar urat dalam darah.

Faktor makanan juga bukan satu-satunya penentu terjadinya gout.

Dengan demikian, bukan berarti seseorang harus langsung menghilangkan seluruh makanan yang mengandung purin dari menu sehari-hari.

Yang lebih penting adalah memperhatikan pola makan secara keseluruhan, jumlah dan frekuensi konsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Penelitian Menunjukkan Hubungan antara Daging, Seafood, dan Gout

Hubungan antara pola makan tinggi purin dan gout juga telah diteliti dalam sejumlah penelitian.

Salah satu studi prospektif yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine mengikuti 47.150 pria tanpa riwayat gout selama 12 tahun.

Selama periode penelitian, ditemukan 730 kasus baru gout.

Peserta dengan konsumsi daging lebih tinggi memiliki risiko gout yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan konsumsi lebih rendah.

Hal serupa ditemukan pada konsumsi seafood.

Dalam penelitian tersebut, kelompok dengan konsumsi daging tertinggi memiliki risiko gout 1,41 kali dibandingkan kelompok dengan konsumsi terendah.

Sementara itu, konsumsi seafood tertinggi berkaitan dengan risiko gout 1,51 kali.

Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga menunjukkan hubungan antara pola konsumsi dan risiko gout, bukan membuktikan bahwa satu jenis makanan secara langsung menyebabkan gout pada setiap orang.

Penelitian lain terhadap 633 orang yang telah mengalami gout juga menemukan bahwa semakin tinggi asupan purin dalam dua hari sebelum periode tertentu, semakin tinggi risiko serangan gout berulang.

Hubungan tersebut lebih kuat untuk purin yang berasal dari sumber hewani dibandingkan sumber nabati.

Jeroan Bukan Satu-satunya Sumber Purin

Selain jeroan, purin juga terdapat pada berbagai makanan lain, termasuk daging dan sejumlah jenis seafood.

Karena itu, orang yang memiliki kadar asam urat tinggi tidak cukup hanya berfokus pada satu jenis makanan.

Pola makan secara keseluruhan perlu diperhatikan.

Studi prospektif terhadap puluhan ribu pria menunjukkan bahwa konsumsi daging dan seafood berkaitan dengan peningkatan risiko gout.

Sebaliknya, konsumsi produk susu dalam penelitian tersebut berkaitan dengan risiko gout yang lebih rendah.

Analisis yang lebih luas juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi daging merah dan seafood dengan risiko gout serta hiperurisemia.

Namun, pengaruh masing-masing jenis makanan terhadap kadar urat cukup kompleks dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa satu makanan saja menjadi penyebab gout.

Apakah Penderita Asam Urat Harus Berhenti Makan Jeroan?

Tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap orang harus sepenuhnya menghilangkan jeroan dari menu hanya karena makanan tersebut mengandung purin.

Namun, bagi orang yang sudah mengalami gout atau memiliki kadar urat tinggi, pembatasan makanan tinggi purin dapat menjadi bagian dari pengelolaan pola hidup.

American College of Rheumatology secara kondisional merekomendasikan pembatasan asupan purin pada pasien gout.

Pada saat yang sama, pola makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kadar urat.

Faktor genetik, fungsi ginjal, berat badan, kondisi metabolik, obat-obatan tertentu, serta konsumsi alkohol juga dapat berperan.

Karena itu, penderita gout sebaiknya tidak hanya mengandalkan perubahan pola makan apabila dokter telah memberikan terapi penurun kadar urat.

Perubahan pola makan dapat menjadi bagian dari penanganan, tetapi tidak selalu menggantikan pengobatan yang diperlukan.

Apa Bedanya Asam Urat Tinggi dan Gout?

Kadar urat yang tinggi dalam darah disebut hiperurisemia.

Kondisi ini tidak otomatis berarti seseorang mengalami gout.

Jika kadar urat terlalu tinggi, kristal monosodium urat dapat terbentuk dan menumpuk di persendian.

Pada sebagian orang, kristal tersebut dapat memicu respons peradangan yang menyebabkan serangan gout.

Dengan demikian, seseorang dapat mengalami hiperurisemia tanpa pernah mengalami gejala gout.

Sebaliknya, pada orang yang mengalami gout, pengendalian kadar urat merupakan bagian penting untuk mencegah terbentuknya kristal dan serangan berulang.

Jadi, Jeroan Bikin Asam Urat Naik atau Tidak?

Dokter Tirta menegaskan bahwa anggapan mengenai hubungan jeroan dengan asam urat bukanlah mitos.

“Jadi jawabannya adalah fakta,” katanya.

Secara medis, jeroan memang termasuk makanan yang kaya purin sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama pada orang dengan gout atau hiperurisemia.

Namun, kesimpulannya bukan bahwa jeroan merupakan satu-satunya penyebab asam urat tinggi.

Kadar urat merupakan hasil keseimbangan antara produksi dan pembuangan urat dalam tubuh.

Faktor makanan memang berpengaruh, tetapi sebagian besar urat tubuh berasal dari metabolisme purin yang diproduksi secara internal.

Kemampuan tubuh membuang urat juga memiliki peran besar.

Karena itu, menjaga kadar urat sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan pola makan secara keseluruhan, membatasi makanan tinggi purin bila memang diperlukan, menjaga berat badan dan aktivitas fisik, serta mengikuti penanganan medis bagi orang yang telah didiagnosis gout.

Bagi orang yang sering mengalami nyeri dan bengkak pada persendian atau memiliki hasil pemeriksaan kadar urat yang tinggi, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk menentukan apakah kondisi tersebut merupakan hiperurisemia, gout, atau masalah kesehatan lainnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
purin gout Dokter Tirta asam urat jeroan