1 Batang Rokok Diperkirakan Mengurangi Harapan Hidup 20 Menit, Ini Penjelasannya

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:03 WIB

Ilustrasi rokok. Penelitian dalam jurnal Addiction memperkirakan perokok yang terus merokok kehilangan rata-rata sekitar 20 menit harapan hidup untuk setiap batang rokok. (ChatGPT)

Ilustrasi rokok. Penelitian dalam jurnal Addiction memperkirakan perokok yang terus merokok kehilangan rata-rata sekitar 20 menit harapan hidup untuk setiap batang rokok. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Satu batang rokok diperkirakan berkaitan dengan hilangnya sekitar 20 menit harapan hidup.

Angka tersebut merupakan estimasi rata-rata berdasarkan data epidemiologis, bukan berarti setiap batang rokok secara pasti memangkas usia seseorang tepat 20 menit.

Estimasi terbaru tersebut dipublikasikan Sarah E. Jackson, Martin J. Jarvis, dan Robert West dalam jurnal Addiction.

Artikel berjudul "The price of a cigarette: 20 minutes of life?" pertama kali diterbitkan secara daring pada 29 Desember 2024 dan kemudian dimuat dalam volume 120 jurnal Addiction pada 2025.

Para peneliti memperkirakan rata-rata kehilangan harapan hidup akibat setiap batang rokok sekitar 20 menit, dengan rincian 17 menit pada laki-laki dan 22 menit pada perempuan.

Namun, angka tersebut perlu dipahami secara tepat.

Peneliti tidak mengukur bahwa setelah seseorang mengisap satu batang rokok, jam biologis tubuhnya secara harfiah berkurang 20 menit.

Angka tersebut diperoleh dari estimasi kehilangan harapan hidup rata-rata pada populasi perokok dan kemudian dikaitkan dengan jumlah rokok yang dikonsumsi.

Bagaimana peneliti menghitung 20 menit per batang rokok?

Angka 20 menit merupakan pembaruan dari estimasi yang diterbitkan dalam BMJ pada 2000.

Saat itu, satu batang rokok diperkirakan mengurangi harapan hidup sekitar 11 menit.

Jackson dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa estimasi lama tersebut menggunakan data mortalitas dokter laki-laki Inggris dengan masa tindak lanjut selama 40 tahun hingga 1991.

Data yang tersedia sekarang memungkinkan peneliti memperbarui perhitungan tersebut dengan periode pengamatan yang lebih panjang serta data mengenai perempuan.

Dalam analisis terbaru, peneliti menggunakan data 50 tahun dari British Doctors Study untuk laki-laki dan data Million Women Study untuk perempuan.

Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa perokok yang terus merokok kehilangan sekitar 10 tahun harapan hidup pada laki-laki dan sekitar 11 tahun pada perempuan dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, setelah sejumlah faktor perancu diperhitungkan.

Dari data tersebut, peneliti memperkirakan kehilangan harapan hidup sekitar 17 menit per batang pada laki-laki dan 22 menit pada perempuan.

Jika digabungkan, angka tersebut menghasilkan estimasi sekitar 20 menit per batang rokok.

Para peneliti juga memberikan catatan penting bahwa angka tersebut merupakan rata-rata populasi.

Dalam artikel mereka disebutkan, “angka tersebut merupakan rata-rata pada populasi dan berbagai kelompok usia."

Dengan demikian, angka 20 menit tidak dapat digunakan untuk menghitung secara presisi berapa lama seseorang secara individual akan hidup.

Dampak merokok dapat berbeda berdasarkan pola merokok, jumlah isapan, kedalaman menghirup asap, jenis rokok, usia mulai merokok, serta kerentanan individu terhadap zat berbahaya dalam asap rokok.

Perokok yang terus merokok dapat kehilangan sekitar 10 tahun harapan hidup

Salah satu dasar penting perhitungan tersebut berasal dari British Doctors Study, penelitian jangka panjang yang mengamati ribuan dokter laki-laki di Inggris selama puluhan tahun.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan di BMJ pada 2004, perokok yang terus merokok rata-rata kehilangan sekitar 10 tahun harapan hidup dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk memahami dampak jangka panjang kebiasaan merokok.

Besarnya kehilangan harapan hidup tersebut tidak hanya berkaitan dengan kanker paru.

Merokok juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan jenis kanker lainnya.

Hal ini menjelaskan mengapa dampak merokok lebih tepat dipahami sebagai akumulasi berbagai risiko kesehatan sepanjang hidup, bukan hanya sebagai risiko terkena satu penyakit tertentu.

Berhenti merokok tetap memberikan manfaat

Data jangka panjang juga menunjukkan bahwa berhenti merokok memberikan manfaat terhadap harapan hidup, bahkan ketika seseorang berhenti pada usia yang lebih tua.

Dalam British Doctors Study, laki-laki yang berhenti merokok sekitar usia 60 tahun memperoleh tambahan sekitar tiga tahun harapan hidup dibandingkan mereka yang terus merokok.

Berhenti sekitar usia 50 tahun dikaitkan dengan tambahan sekitar enam tahun, sedangkan berhenti sekitar usia 40 tahun memberikan tambahan sekitar sembilan tahun.

Mereka yang berhenti sekitar usia 30 tahun dapat memperoleh kembali hampir seluruh keuntungan harapan hidup yang hilang akibat merokok.

Dalam artikel tersebut, peneliti menulis, “Berhenti pada usia 60, 50, 40, atau 30 tahun masing-masing memberikan tambahan harapan hidup sekitar 3, 6, 9, atau 10 tahun.”

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa manfaat berhenti merokok tidak hanya berlaku bagi orang yang baru mulai merokok.

Semakin cepat seseorang berhenti, semakin besar potensi manfaat terhadap panjang dan kualitas hidup.

Risiko merokok tidak berhenti pada jumlah batang

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa risiko kesehatan akibat merokok tidak selalu berkurang secara proporsional ketika jumlah rokok dikurangi.

Dalam artikel Addiction, Jackson dan rekan-rekannya mengutip meta-analisis terhadap 141 studi kohort yang menunjukkan bahwa merokok dalam jumlah sedikit tetap berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Para peneliti juga menjelaskan bahwa risiko merokok tidak bersifat linear.

Artinya, seseorang tidak dapat menganggap bahwa mengurangi konsumsi rokok hingga setengahnya secara otomatis akan mengurangi seluruh risiko kesehatan hingga setengahnya.

Cara seseorang mengisap rokok juga dapat memengaruhi paparan terhadap zat berbahaya.

Karena itu, peneliti menekankan bahwa penghentian merokok secara total memberikan manfaat kesehatan paling besar.

Asap rokok juga dapat berdampak pada orang di sekitar

Dampak merokok tidak hanya berkaitan dengan kesehatan orang yang mengisapnya.

Orang yang tidak merokok juga dapat terpapar asap rokok di rumah, kendaraan, tempat kerja, atau lingkungan lainnya.

Karena itu, ketika seseorang merokok di sekitar anggota keluarga atau anak-anak, persoalannya bukan sekadar bau asap.

Orang lain juga dapat terpapar zat berbahaya yang terdapat dalam asap tembakau.

Apa yang terjadi setelah berhenti merokok?

Manfaat berhenti merokok mulai muncul relatif cepat setelah rokok terakhir diisap dan terus berkembang dalam jangka panjang.

Dalam beberapa menit setelah berhenti, denyut jantung mulai menurun.

Kadar karbon monoksida dalam darah juga kemudian berkurang.

Seiring waktu, risiko berbagai penyakit akibat merokok turut menurun.

Perubahan tersebut tidak berarti seluruh dampak merokok langsung hilang.

Proses pemulihan berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lama seseorang merokok, jumlah rokok yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatannya.

Data jangka panjang menunjukkan bahwa manfaat berhenti merokok semakin besar ketika seseorang berhenti lebih awal.

Karena itu, tidak ada alasan untuk menganggap bahwa berhenti merokok sudah terlambat dilakukan.

Apa sebenarnya arti angka 20 menit?

Angka 20 menit merupakan cara untuk menggambarkan dampak kumulatif merokok terhadap harapan hidup dengan satuan waktu yang lebih mudah dipahami.

Sebagai ilustrasi, peneliti menghitung bahwa seseorang yang merokok 10 batang per hari dan berhenti pada 1 Januari 2025 secara teoritis dapat menghindari kehilangan satu hari harapan hidup pada 8 Januari.

Pada 20 Februari, jumlahnya menjadi sekitar satu minggu, dan pada 5 Agustus sekitar satu bulan.

Jika berhenti sejak awal tahun dan tidak kembali merokok, estimasi tersebut mencapai sekitar 50 hari pada akhir tahun.

Namun, perhitungan tersebut bukan berarti tubuh benar-benar kehilangan 20 menit secara terukur setelah setiap batang rokok.

Peneliti menegaskan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata populasi dan memiliki sejumlah keterbatasan.

Dampak setiap batang rokok juga tidak sama pada setiap orang.

Risiko dipengaruhi oleh pola konsumsi, cara mengisap rokok, jenis rokok, usia ketika mulai merokok, serta faktor biologis individu.

Peneliti juga menekankan bahwa hubungan antara jumlah rokok dan risiko kesehatan tidak bersifat linear.

Dalam kesimpulannya, Jackson, Jarvis, dan West memperkirakan bahwa perokok di Inggris yang tidak berhenti kehilangan rata-rata sekitar 20 menit harapan hidup untuk setiap batang rokok yang diisap.

Mereka juga menekankan bahwa berhenti merokok pada usia berapa pun tetap memberikan manfaat, dengan manfaat yang semakin besar jika seseorang berhenti lebih cepat.

Dengan demikian, angka 20 menit sebaiknya dipandang sebagai gambaran statistik mengenai dampak kumulatif merokok, bukan sebagai penghitung waktu hidup seseorang secara harfiah.

Yang paling konsisten ditunjukkan oleh data jangka panjang adalah bahwa semakin lama seseorang terus merokok, semakin besar akumulasi risikonya.

Sebaliknya, berhenti merokok dapat mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan peluang untuk memiliki hidup yang lebih panjang dan sehat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
bahaya merokok harapan hidup berhenti merokok kesehatan rokok