Perut Perih Saat Kosong dan Membaik Setelah Makan, Waspadai Kondisi Ini

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:39 WIB
Perut perih saat kosong tidak selalu berarti maag. Keluhan yang berulang dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pencernaan, termasuk tukak lambung atau tukak duodenum. (ChatGPT)
Perut perih saat kosong tidak selalu berarti maag. Keluhan yang berulang dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pencernaan, termasuk tukak lambung atau tukak duodenum. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Perut terasa perih atau nyeri di bagian ulu hati saat belum makan dan kemudian membaik setelah makan?

Keluhan seperti ini memang sering dianggap sebagai maag.

Namun, jika terjadi berulang, pola nyeri tersebut juga dapat ditemukan pada tukak lambung atau tukak duodenum.

Tukak peptik adalah luka pada lapisan lambung atau duodenum, yaitu bagian pertama usus halus.

Gejalanya dapat menyerupai gangguan pencernaan lainnya sehingga rasa perih saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami tukak.

Perut Perih Saat Kosong, Apa Penyebabnya?

Nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Salah satunya adalah tukak peptik, tetapi keluhan serupa juga dapat muncul pada dispepsia dan gangguan saluran pencernaan lainnya.

Pada sebagian orang dengan tukak peptik, nyeri dapat muncul ketika lambung kosong atau pada malam hari dan untuk sementara mereda setelah makan.

Namun, pada orang lain, makan justru dapat memperburuk rasa sakit.

“Bagi sebagian orang, rasa nyeri dapat muncul saat perut kosong atau pada malam hari,” terang National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).

Artinya, pada sebagian penderita tukak peptik, rasa sakit memang dapat muncul ketika lambung kosong atau pada malam hari.

Namun, NIDDK juga menjelaskan bahwa pada sebagian orang lain, makan justru dapat memperburuk rasa sakit.

Karena itu, pola “perih saat lapar lalu membaik setelah makan” tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan seseorang mengalami tukak.

Dispepsia juga dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas, cepat kenyang, begah, mual, dan kembung.

Jadi, pemeriksaan tetap diperlukan apabila keluhan terus berulang atau mengganggu aktivitas.

Benarkah Perih Saat Perut Kosong Bisa Menjadi Tanda Tukak?

Tukak peptik dapat terjadi di lambung maupun duodenum.

Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas merupakan salah satu gejala yang paling umum.

NIDDK menyebutkan bahwa nyeri akibat tukak dapat terasa tumpul atau seperti terbakar dan dapat muncul serta menghilang.

Tidak semua penderita tukak bahkan mengalami gejala.

Dua penyebab utama tukak peptik adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.

NSAID mencakup obat seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Obat-obatan tersebut dapat membantu meredakan nyeri, tetapi juga dapat membuat lapisan lambung lebih rentan mengalami kerusakan dan tukak.

Risiko dapat meningkat pada penggunaan NSAID dalam jangka panjang, dosis tinggi, penggunaan lebih dari satu jenis NSAID, atau ketika seseorang juga mengalami infeksi H. pylori.

Bukan Sekadar “Maag”

“Maag” merupakan istilah yang sangat umum digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan di bagian atas perut.

Dalam dunia medis, dokter perlu mencari kondisi yang mendasari keluhan tersebut, misalnya dispepsia, tukak peptik, gastritis, atau gangguan pencernaan lainnya.

Karena itu, perut yang sering terasa perih sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai maag biasa.

Konsensus Indonesia mengenai penanganan dispepsia dan infeksi H. pylori juga menempatkan dispepsia sebagai persoalan penting dalam penyakit saluran cerna bagian atas di Indonesia.

Konsensus tersebut disusun berdasarkan masukan dari 22 pusat gastroenterologi di Indonesia.

“Dispepsia masih menjadi tantangan utama dalam penyakit saluran cerna bagian atas di Indonesia,” sebut publikasi dalam konsensus.

Dengan kata lain, keluhan dispepsia memang merupakan masalah yang penting dalam praktik klinis di Indonesia.

Karena gejalanya dapat tumpang tindih dengan sejumlah gangguan pencernaan, diagnosis tidak sebaiknya hanya didasarkan pada istilah “maag” atau satu gejala tertentu.

Kapan Perut Perih Harus Diperiksa?

Keluhan perut yang berulang sebaiknya diperiksakan, terutama jika tidak membaik atau disertai gejala lain.

Segera mencari pertolongan medis jika perut perih disertai:

Gejala tersebut dapat menjadi tanda komplikasi serius, termasuk perdarahan saluran pencernaan atau perforasi.

NIDDK secara khusus mencantumkan beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian segera, termasuk “tinja berwarna hitam atau seperti aspal” serta “muntahan yang tampak seperti ampas kopi”.

Kotoran berwarna hitam seperti ter atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi dapat mengindikasikan perdarahan saluran pencernaan.

Nyeri perut yang tiba-tiba dan sangat hebat juga merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

Tukak peptik dapat menyebabkan komplikasi seperti perdarahan, perforasi atau terbentuknya lubang pada dinding lambung maupun duodenum, penetrasi ke organ di sekitarnya, serta sumbatan pada saluran pencernaan.

Jangan Asal Minum Obat Antinyeri

Saat ulu hati terasa perih, sebagian orang mungkin langsung mengonsumsi obat antinyeri.

Padahal, beberapa obat dari kelompok NSAID dapat meningkatkan risiko kerusakan lapisan saluran pencernaan dan tukak.

Contoh NSAID yang umum digunakan adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Karena itu, jangan menambah dosis atau menggunakan obat antinyeri secara terus-menerus tanpa memperhatikan aturan pakai dan kondisi kesehatan.

Jika obat tersebut memang diperlukan untuk kondisi tertentu, konsultasikan penggunaannya dengan dokter, terutama jika memiliki riwayat tukak atau perdarahan saluran pencernaan.

Bagaimana Dokter Mengetahui Penyebabnya?

Pemeriksaan tidak hanya didasarkan pada lokasi atau pola nyeri.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala, riwayat penyakit, serta obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi, terutama NSAID.

Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari infeksi H. pylori, antara lain melalui tes napas urea atau pemeriksaan tinja.

Pada kondisi tertentu, endoskopi saluran cerna bagian atas dapat dilakukan untuk melihat lapisan esofagus, lambung, dan duodenum secara langsung serta mengambil sampel jaringan bila diperlukan.

Dengan demikian, seseorang tidak perlu menebak sendiri apakah rasa perih yang dialami merupakan maag, tukak, atau gangguan pencernaan lainnya.

Jika Terbukti Tukak, Bagaimana Penanganannya?

Penanganan tukak bergantung pada penyebabnya.

Dokter dapat memberikan obat untuk membantu penyembuhan luka sekaligus menangani penyebab yang mendasarinya.

Jika ditemukan infeksi H. pylori, bakteri tersebut perlu ditangani dengan terapi eradikasi yang sesuai.

Pedoman American College of Gastroenterology (ACG) 2024 merekomendasikan terapi kuadrupel berbasis bismut yang dioptimalkan selama 14 hari sebagai salah satu regimen utama untuk pasien yang belum pernah mendapat terapi H. pylori.

"Terapi empat obat (quadruple therapy/BQT) berbasis bismut yang dioptimalkan selama 14 hari merupakan terapi yang direkomendasikan bagi pasien yang belum pernah menjalani pengobatan sebelumnya," tulis ACG.

Pemilihan terapi tetap harus dilakukan oleh dokter karena dapat dipengaruhi riwayat pengobatan sebelumnya, alergi obat, pola resistensi antibiotik, serta kondisi pasien.

ACG juga menekankan pentingnya memastikan bahwa infeksi H. pylori benar-benar telah tereradikasi setelah terapi.

Jika tukak berkaitan dengan penggunaan NSAID, dokter dapat mengevaluasi kebutuhan obat tersebut dan mempertimbangkan perubahan obat, dosis, atau strategi perlindungan lambung sesuai kondisi pasien.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Perut Sering Perih?

Jika rasa perih di ulu hati sering muncul, jangan hanya berusaha menghilangkan gejalanya tanpa mencari penyebab.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

Tidak semua penderita tukak perlu mengikuti pantangan makanan yang sama.

Pola makan tertentu mungkin membuat gejala lebih nyaman atau lebih buruk pada sebagian orang, tetapi diet bukan penyebab utama maupun terapi utama tukak peptik.

Jadi, Perut Perih Saat Kosong Apakah Pasti Maag?

Belum tentu.

Perut perih saat kosong, terutama jika berulang dan sementara membaik setelah makan, memang dapat ditemukan pada tukak peptik.

Namun, pola tersebut bukan tanda yang secara khusus memastikan adanya tukak.

Penyebabnya bisa beragam dan perlu dinilai berdasarkan gejala lain, riwayat kesehatan, penggunaan obat, serta pemeriksaan yang diperlukan.

Jadi, jika rasa perih di ulu hati terus berulang, jangan hanya menganggapnya sebagai maag biasa.

Mencari penyebab yang tepat akan membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Jika muncul muntah darah, BAB hitam, nyeri perut yang sangat hebat, pusing berat, pingsan, atau tanda bahaya lainnya, segera cari pertolongan medis.

Editor : Lugas Rumpakaadi
maag perut perih saat kosong tukak lambung sakit ulu hati gejala tukak lambung