RADAR BANYUWANGI – Ketika kondisi pasien berubah dalam hitungan detik, kemampuan tenaga kesehatan mengambil keputusan cepat bisa menjadi penentu keselamatan. Menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Genteng Banyuwangi memperkuat kompetensi tenaga kesehatan melalui in house training (IHT) Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang digelar pada 8–13 September 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Genteng membangun sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai pengetahuan kegawatdaruratan, tetapi juga terampil, responsif, dan siap memberikan pertolongan secara tepat ketika menghadapi kondisi kritis.
Rangkaian IHT berlangsung selama enam hari. Peserta mendapatkan pembelajaran yang memadukan teori dengan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan.
Materi BTCLS tidak berhenti pada penguatan pengetahuan. Peserta juga diasah dalam keterampilan klinis, ketepatan mengambil keputusan, komunikasi, serta kemampuan bekerja sebagai tim.
Bekal tersebut penting karena penanganan awal pasien dalam kondisi trauma maupun kegawatdaruratan kardiovaskular membutuhkan respons yang sistematis. Setiap tindakan harus dilakukan secara cepat sekaligus tepat agar kondisi pasien dapat segera ditangani.
Untuk memperkuat sisi praktik, pelaksanaan IHT turut melibatkan Tim EMT 118 Surabaya. Keterlibatan tim tersebut memberikan kesempatan kepada peserta memperoleh pembelajaran dan pengalaman praktis yang relevan dengan situasi kegawatdaruratan di lapangan.
Memasuki hari terakhir pelatihan, antusiasme peserta tetap terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan tuntas. Bagi RSUD Genteng, pelatihan ini bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas, melainkan investasi sumber daya manusia untuk memperkuat mutu pelayanan kegawatdaruratan.
Dengan kompetensi yang semakin terasah, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, aman, dan profesional saat menghadapi pasien dalam kondisi darurat.
Semangat tersebut dirangkum RSUD Genteng melalui prinsip Knowledge, Skill, Teamwork, dan Humanity. Pengetahuan, keterampilan, kerja sama tim, dan sisi kemanusiaan menjadi satu kesatuan dalam menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan.
Sebab, dalam situasi darurat, waktu bukan sekadar angka. Setiap detik memiliki arti bagi keselamatan pasien.
Better People, Better Emergency Care. RSUD Genteng melayani dengan hati, sigap dalam kegawatdaruratan. (*)
Editor : Ali Sodiqin