RSI Fatimah Bekali Seluruh Karyawan dengan Pengetahuan Pelayanan HIV

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB
PELATIHAN: Segenap karyawan bidang medis RSI Fatimah mengikuti IHT pelayanan HIV di Aula RSI Fatimah Banyuwangi. (RSI Fatimah for Radar Banyuwangi)
PELATIHAN: Segenap karyawan bidang medis RSI Fatimah mengikuti IHT pelayanan HIV di Aula RSI Fatimah Banyuwangi. (RSI Fatimah for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pelayanan pasien HIV di rumah sakit tidak cukup hanya ditangani tenaga medis. Pemahaman seluruh karyawan menjadi bagian penting agar pasien mendapatkan layanan yang tepat, aman, dan komprehensif. Karena itu, RSI Fatimah Banyuwangi membekali seluruh karyawannya dengan pengetahuan pelayanan HIV melalui in house training (IHT).

Pelatihan tersebut digelar di Aula RSI Fatimah Banyuwangi dalam beberapa sesi. Untuk tenaga medis, kegiatan berlangsung Jumat (11/9) dan Senin (14/9). Sementara pelatihan bagi karyawan nonmedis dijadwalkan pada Jumat (25/9) mendatang.

IHT pelayanan HIV itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) HIV yang sebelumnya diikuti RSI Fatimah Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.

Direktur RSI Fatimah Banyuwangi dr Widowati Sp An-TI mengatakan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan Dinkes kemudian diteruskan kepada jajaran karyawan rumah sakit.

“Kami meminta kepada narasumber untuk membagikan ilmunya setelah mengikuti IHT di Dinkes Banyuwangi terkait perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV. Jadi, nantinya kami akan merawat dan memberikan layanan kepada pasien HIV di rumah sakit kita (RSI Fatimah),” ujar dr Widowati.

Dalam sesi untuk tenaga medis, peserta mendapatkan materi mengenai alur klinis HIV terintegrasi di rumah sakit yang disampaikan Ns Dian Wahyuni Desimawati SKep.

Materi lainnya disampaikan dr Della Oktavia S mengenai prinsip dasar antiretroviral (ARV) serta dukungan bagi pasien HIV. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberi kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan.

Pelatihan kemudian dilengkapi dengan praktik SIHA medis, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek teori, tetapi juga memiliki bekal dalam penerapan pelayanan HIV di lingkungan rumah sakit.

Menurut dr Widowati, keterlibatan seluruh karyawan dalam pelatihan tersebut menjadi hal penting. Pelayanan pasien HIV tidak hanya bersentuhan dengan tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai unsur di rumah sakit.

Karena itu, pemahaman yang sama di antara seluruh karyawan diharapkan dapat membangun pelayanan HIV yang lebih tepat dan komprehensif.

“Seluruh karyawan kami libatkan karena pelayanan terhadap pasien HIV membutuhkan pemahaman dan dukungan dari seluruh unsur di rumah sakit,” jelasnya.

Dengan IHT tersebut, RSI Fatimah Banyuwangi menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai pelayanan HIV. Harapannya, pasien HIV yang nantinya mendapatkan layanan di RSI Fatimah dapat memperoleh perawatan sekaligus dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
HIV Banyuwangi Pelayanan HIV IHT pelayanan HIV Pasien HIV rsi fatimah