Sering Duduk Berjam-jam? Dokter Tirta Ungkap Dampaknya bagi Pinggang dan Saraf

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB
Aktivitas bekerja di depan laptop membuat seseorang dapat duduk dalam waktu lama. Menyisipkan jeda untuk berdiri dan bergerak dapat membantu mengurangi waktu tubuh berada dalam posisi yang sama. (ChatGPT)
Aktivitas bekerja di depan laptop membuat seseorang dapat duduk dalam waktu lama. Menyisipkan jeda untuk berdiri dan bergerak dapat membantu mengurangi waktu tubuh berada dalam posisi yang sama. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Berjam-jam duduk di depan laptop, belajar, menonton, atau menggunakan ponsel mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Tanpa disadari, aktivitas tersebut bisa membuat tubuh berada dalam posisi yang sama terlalu lama.

Keluhan yang muncul tidak selalu langsung terasa. Namun, semakin lama tubuh mempertahankan posisi duduk tanpa diselingi berdiri atau bergerak, semakin besar pula tekanan yang diterima sejumlah bagian tubuh, termasuk panggul dan tulang belakang bagian bawah atau lumbal.

Kondisi tersebut dapat membuat otot di sekitar pinggang dan panggul bekerja dalam posisi yang sama dalam waktu panjang. Pada sebagian orang, keluhan seperti pinggang pegal, punggung kaku, atau rasa tidak nyaman kemudian mulai muncul.

Dokter Tirta menjelaskan bahwa ketika seseorang duduk, beban tubuh bagian atas lebih banyak bertumpu pada panggul dan area lumbal.

“Kalau duduk terlalu lama, ini yang kena beban di lumbal. Ketika duduk, beban semua di panggul,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam video yang diunggah akun TikTok @podcastkesehatan_88. Penjelasan itu menyoroti pentingnya memperhatikan durasi seseorang mempertahankan posisi duduk, bukan sekadar posisi duduknya.

Tak Hanya DVT, Gangguan Punggung Juga Perlu Diperhatikan

Duduk terlalu lama sering dibicarakan dalam kaitannya dengan deep vein thrombosis (DVT), yaitu terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh vena dalam, terutama di bagian kaki.

Namun, dampak terhadap sistem otot dan tulang belakang juga tidak seharusnya diabaikan. Bagi orang yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk, keluhan pada pinggang dan punggung dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perubahan posisi dan aktivitas.

Dalam video tersebut, Dokter Tirta juga menyinggung HNP atau saraf terjepit ketika membahas dampak duduk terlalu lama.

“Duduk terlalu lama menyebabkan HNP atau saraf kejepit itu lebih besar daripada yang DVT,” terangnya.

HNP atau herniated nucleus pulposus terjadi ketika bantalan di antara ruas tulang belakang mengalami gangguan dan dapat menekan saraf di sekitarnya. Gejala yang muncul bergantung pada lokasi dan saraf yang terdampak. Nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu dapat terjadi.

Meski demikian, tidak setiap keluhan pinggang setelah duduk lama berarti seseorang mengalami HNP. Nyeri punggung dapat memiliki berbagai penyebab sehingga diagnosis perlu dilakukan melalui pemeriksaan tenaga medis.

Jangan Menunggu Pinggang Terasa Pegal untuk Bergerak

Duduk tetap merupakan bagian yang wajar dari aktivitas sehari-hari. Yang perlu dihindari adalah mempertahankan posisi yang sama dalam waktu panjang tanpa memberikan kesempatan tubuh untuk bergerak.

Bagi masyarakat Banyuwangi yang banyak bekerja di depan komputer atau menghabiskan waktu dengan gawai, jeda sederhana dapat dimasukkan ke dalam rutinitas. Berdiri dari kursi, berjalan mengambil minum, berpindah tempat saat beristirahat, atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi durasi duduk tanpa jeda.

Kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan saat belajar atau bekerja dari rumah. Ketika menyelesaikan satu pekerjaan atau mengambil waktu istirahat, gunakan kesempatan tersebut untuk berdiri dan mengubah posisi tubuh.

Selain mengurangi waktu duduk terus-menerus, aktivitas fisik secara rutin tetap diperlukan untuk menjaga kebugaran dan membantu mempertahankan kekuatan otot.

Kapan Keluhan Pinggang Perlu Diperiksa?

Peggal atau kaku setelah duduk lama tidak selalu menandakan kondisi serius. Namun, keluhan yang menetap, semakin berat, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.

Terlebih jika nyeri punggung disertai kelemahan atau mati rasa yang memburuk, gangguan berjalan, maupun gangguan kontrol buang air kecil atau buang air besar. Kondisi dengan gejala tersebut memerlukan penilaian medis, terutama jika muncul secara mendadak atau semakin memburuk.

Karena itu, jangan menjadikan rasa pegal sebagai satu-satunya tanda untuk mulai bergerak. Jika rutinitas sehari-hari membuat tubuh harus duduk dalam waktu lama, sisipkan jeda untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan.

Kebiasaan sederhana tersebut tidak berarti menghilangkan seluruh risiko gangguan punggung, tetapi membantu tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama.


DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran dari tenaga medis.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kesehatan Banyuwangi duduk terlalu lama kesehatan pinggang HNP saraf terjepit