Sering Lemas dan Mengantuk Setelah Makan Bubur Ayam? Ini Penjelasan Dokter

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:17 WIB
Semangkuk bubur ayam menjadi pilihan sarapan yang digemari. Mengatur porsi, komposisi, dan pelengkap dapat membantu membuat menu sarapan lebih seimbang. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)
Semangkuk bubur ayam menjadi pilihan sarapan yang digemari. Mengatur porsi, komposisi, dan pelengkap dapat membantu membuat menu sarapan lebih seimbang. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Semangkuk bubur ayam hangat terasa sempurna untuk mengawali pagi. Teksturnya lembut, kuahnya gurih, sementara suwiran ayam, telur, seledri, kerupuk, dan pelengkap lain membuat sarapan sederhana ini semakin menggugah selera.

Namun, pernahkah setelah mangkuk kosong justru muncul rasa kantuk dan tubuh terasa lemas?

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan bagaimana tubuh mencerna makanan yang dikonsumsi. Bubur memiliki tekstur jauh lebih lunak dibandingkan nasi biasa sehingga karbohidrat di dalamnya relatif lebih mudah tersedia untuk proses pencernaan.

Dokter umum dan kreator konten kesehatan, dr. Hasan Haris M, MK, menjelaskan bahwa tekstur menjadi salah satu hal yang membedakan bubur dengan nasi biasa.

“Masalah bubur ayam bukan di nasinya, tapi teksturnya. Bubur sudah setengah dicerna sejak di mulut. Jadi begitu masuk usus, gula diserap jauh lebih cepat dibanding nasi biasa,” jelas dr. Haris dalam unggahan TikTok di akun pribadinya.

Mengapa Setelah Makan Bubur Tubuh Bisa Terasa Lemas?

Karbohidrat dalam makanan akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah. Ketika kadar glukosa meningkat setelah makan, tubuh merespons dengan melepaskan insulin untuk membantu glukosa masuk ke sel dan digunakan sebagai energi.

Pada sebagian orang, perubahan tersebut dapat disertai rasa lelah atau mengantuk setelah makan. Respons setiap orang tentu berbeda dan tidak semua orang yang mengonsumsi bubur ayam akan mengalami keluhan yang sama.

Selain komposisi makanan, rasa kantuk setelah sarapan juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kurang tidur, jumlah makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan seseorang.

Karena itu, rasa mengantuk setelah makan bubur tidak otomatis berarti seseorang mengalami masalah gula darah.

Bukan Berarti Harus Berhenti Makan Bubur Ayam

Bagi pencinta bubur ayam, kabar baiknya adalah makanan ini tidak harus langsung dicoret dari menu sarapan.

Yang dapat dilakukan adalah mengatur porsi dan komposisinya agar sarapan menjadi lebih seimbang. Bubur tetap bisa dinikmati, tetapi jumlah karbohidratnya dapat dikurangi sementara sumber protein diperbanyak.

Salah satu pilihan sederhana adalah meminta setengah porsi bubur kemudian menambah suwiran ayam atau telur. Protein dapat membantu membuat makanan lebih mengenyangkan dan, ketika dikonsumsi bersama karbohidrat, dapat memengaruhi kecepatan respons glukosa setelah makan.

Perhatikan Urutan dan Pelengkap Makanan

Urutan menyantap makanan juga dapat menjadi strategi yang patut dicoba. Konsumsi sumber protein dan sayuran terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan bubur.

Selain itu, perhatikan pelengkap yang masuk ke dalam mangkuk. Kecap manis sebaiknya digunakan secukupnya karena mengandung gula tambahan.

Kerupuk dan cakwe juga dapat dikurangi jika ingin menjaga asupan karbohidrat dan kalori. Keduanya memang memberikan sensasi renyah dan gurih, tetapi menambah asupan makanan olahan serta, dalam kasus cakwe, lemak dari proses penggorengan.

Dengan mengurangi pelengkap tersebut, porsi bubur dapat tetap dinikmati tanpa membuat keseluruhan sarapan menjadi terlalu berat.

Jalan Kaki 10 hingga 15 Menit Setelah Sarapan

Setelah makan, jangan langsung kembali duduk dalam waktu lama jika kondisi memungkinkan. Berjalan kaki santai selama sekitar 10 hingga 15 menit dapat menjadi aktivitas ringan yang membantu otot menggunakan glukosa sebagai energi.

Kebiasaan sederhana tersebut juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Tidak diperlukan olahraga berat; berjalan santai setelah makan sudah merupakan langkah yang lebih baik dibandingkan langsung duduk atau berbaring dalam waktu lama.

Kapan Rasa Lemas Perlu Diperhatikan?

Jika rasa mengantuk hanya muncul sesekali setelah sarapan dan segera membaik, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan gangguan kesehatan tertentu.

Namun, apabila rasa lemas atau mengantuk setelah makan terjadi berulang kali, terasa sangat berat, atau disertai keluhan lain, sebaiknya jangan hanya menganggapnya sebagai efek makan bubur. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu mencari penyebab yang lebih tepat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
sarapan sehat tips pola makan gula darah kesehatan bubur ayam