RADAR BANYUWANGI — Fish spa menawarkan pengalaman relaksasi yang berbeda. Pengunjung cukup mencelupkan kaki ke dalam kolam berisi ikan kecil, kemudian merasakan sensasi geli ketika ikan-ikan tersebut menyentuh permukaan kulit.
Bagi sebagian orang, sensasi tersebut terasa menyenangkan setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, terapi ikan tidak selalu aman untuk semua orang. Mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu justru perlu berhati-hati karena adanya risiko infeksi, terutama apabila terdapat luka pada kaki.
Mengapa fish spa bisa berisiko?
Terapi fish spa umumnya menggunakan ikan kecil seperti Garra rufa. Karena digunakan secara bergantian oleh banyak pengunjung, ikan dan air kolam menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dari sisi kebersihan.
Ikan tidak dapat disterilkan setiap kali berpindah dari satu pengunjung ke pengunjung berikutnya. Begitu pula dengan air kolam yang digunakan bersama. Kondisi tersebut membuat kebersihan dan sanitasi fasilitas menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko penularan mikroorganisme.
Risiko semakin perlu diperhatikan ketika kaki pengunjung memiliki luka. Kontak langsung antara ikan dan permukaan kulit yang mengalami luka berpotensi membuka jalan bagi mikroorganisme untuk masuk ke jaringan tubuh.
Beberapa bakteri yang berkaitan dengan lingkungan air, seperti Mycobacterium marinum, maupun bakteri yang dapat ditemukan pada kulit seperti Staphylococcus aureus, diketahui dapat menyebabkan infeksi dalam kondisi tertentu.
Penderita diabetes perlu lebih waspada
Salah satu kelompok yang perlu memberikan perhatian khusus adalah penderita diabetes, terutama mereka yang memiliki kadar gula darah tidak terkontrol.
Luka pada kaki penderita diabetes dapat menjadi persoalan serius karena gangguan penyembuhan dan masalah sirkulasi dapat meningkatkan risiko komplikasi. Karena itu, aktivitas yang berpotensi menimbulkan luka atau menyebabkan kontak dengan lingkungan yang kurang higienis sebaiknya dipertimbangkan secara hati-hati.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Erika Devi, Sp.PD, mengingatkan bahwa terapi ikan dapat menimbulkan konsekuensi serius pada orang dengan kondisi tertentu.
"Ternyata ada kasus pada saat penggunaan terapi ikan ini mengakibatkan terjadinya risiko amputasi. Jadi ada beberapa orang yang sebetulnya tidak disarankan untuk terapi ikan ini, di antaranya yaitu mereka yang mempunyai luka gores di kaki," ungkap dr. Erika Devi dalam edukasi video di unggahan pribadinya.
Menurut dia, penderita diabetes dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol juga perlu mewaspadai kemungkinan komplikasi apabila terjadi luka.
"Anda yang mempunyai kadar gula tidak terkontrol, kalau timbul luka bisa mengakibatkan timbulnya risiko infeksi, bahkan terjadi pneumonia akibat penyebaran bakteri ke seluruh tubuh yang mengakibatkan kondisi fatal," jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa risiko yang perlu diperhatikan bukan sekadar rasa tidak nyaman pada kulit. Pada orang dengan faktor risiko tertentu, infeksi yang bermula dari luka dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.
Siapa yang sebaiknya menghindari fish spa?
Selain penderita diabetes dengan kondisi yang tidak terkontrol, orang yang sedang memiliki luka gores atau luka terbuka pada kaki sebaiknya tidak mengikuti terapi ikan.
Hal serupa berlaku bagi orang yang mengalami gangguan kulit tertentu, termasuk kondisi yang berpotensi menular. Mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau gangguan sirkulasi darah juga perlu mempertimbangkan risiko secara lebih serius.
Intinya, keberadaan luka pada kulit menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Kulit yang utuh merupakan salah satu penghalang tubuh terhadap lingkungan luar, sedangkan luka dapat menjadi pintu masuk mikroorganisme.
Jika tetap ingin mencoba, perhatikan kebersihan
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kondisi kesehatan tersebut dan tetap ingin mencoba fish spa, kebersihan fasilitas menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.
Pengunjung sebaiknya tidak hanya melihat tampilan kolam, tetapi juga memperhatikan bagaimana tempat tersebut menjaga kebersihan, mengelola air, dan menerapkan prosedur sanitasi.
dr. Erika Devi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih tempat terapi ikan.
"Kalau Anda memutuskan untuk terapi ikan, tentunya Anda harus memilih tempat yang steril, tempat yang bersih, dan memang tersertifikasi," tutupnya.
Jangan abaikan kondisi kaki sebelum fish spa
Fish spa memang dapat memberikan sensasi relaksasi, tetapi pengalaman tersebut tidak seharusnya mengesampingkan kondisi kesehatan seseorang.
Sebelum memasukkan kaki ke kolam, pastikan tidak terdapat luka terbuka maupun masalah kulit yang dapat meningkatkan risiko. Bagi penderita diabetes atau orang dengan kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan yang lebih aman sebelum mencoba terapi tersebut.
Keputusan mengikuti fish spa sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasa nyaman atau tren perawatan. Kondisi tubuh, kebersihan fasilitas, dan potensi risiko infeksi perlu menjadi pertimbangan utama.
Editor : Lugas Rumpakaadi