RADAR BANYUWANGI - Banyak orang sengaja berhenti minum air beberapa jam sebelum tidur karena khawatir ginjal akan bekerja terlalu keras sepanjang malam. Anggapan bahwa ginjal perlu “beristirahat” ketika tubuh terlelap pun masih cukup sering terdengar.
Padahal, tidur tidak membuat organ-organ vital berhenti menjalankan fungsinya. Ginjal, jantung, dan paru-paru tetap bekerja secara otomatis untuk mempertahankan berbagai proses penting di dalam tubuh, meskipun aktivitasnya dapat mengalami penurunan.
Hal tersebut dijelaskan dokter Tirta dalam video Shorts di kanal YouTube Dokterasik. Ia menerangkan bahwa kondisi tidur tidak sama dengan organ berhenti bekerja.
“Organ ginjal, jantung, dan paru-paru tuh autonom, artinya bersifat otomatis. Ginjal dan jantung tuh enggak dikasih rehat, tapi menurunkan aktivitas, bukan rehat,” ungkap dr. Tirta.
Apa yang Terjadi pada Ginjal Saat Tidur?
Ginjal tetap menjalankan tugasnya ketika seseorang tidur. Organ ini berperan menyaring darah, membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membuang berbagai zat sisa dari tubuh melalui urine.
Namun, tubuh memiliki mekanisme untuk menyesuaikan produksi urine pada malam hari. Salah satunya berkaitan dengan hormon antidiuretik atau ADH yang membantu tubuh mempertahankan cairan.
Akibatnya, produksi urine biasanya menurun ketika malam dan urine menjadi lebih pekat. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari cara tubuh mengatur keseimbangan cairan selama seseorang beristirahat.
Karena itu, minum air dalam jumlah wajar sebelum tidur tidak berarti membuat ginjal bekerja terlalu berat. Cairan yang masuk tetap diproses tubuh sesuai kebutuhan.
Persoalannya justru dapat muncul ketika seseorang minum terlalu banyak dalam waktu singkat menjelang tidur. Kondisi tersebut bisa membuat seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil sehingga kualitas tidur terganggu.
Tubuh Tetap Kehilangan Cairan Saat Terlelap
Meski seseorang tidak melakukan aktivitas fisik ketika tidur, tubuh tetap menjalankan proses metabolisme dan kehilangan sejumlah cairan.
Cairan antara lain keluar melalui pernapasan dan penguapan. Karena itu, rasa haus sebelum tidur tidak selalu perlu diabaikan hanya karena ada kekhawatiran ginjal sedang “beristirahat”.
Dr. Tirta menyarankan agar kebutuhan tersebut dipenuhi secukupnya, bukan dengan meminum air dalam jumlah berlebihan.
“Ketika tidur kita tetap kehilangan cairan lewat napas dan penguapan. Makanya sebelum tidur disarankan minum seteguk saja, jangan berlebihan biar enggak kembung dan beser,” sambungnya.
Dengan demikian, jika merasa haus menjelang tidur, minum air putih secukupnya dapat dilakukan. Sebaliknya, minum dalam jumlah berlebihan tanpa kebutuhan juga tidak diperlukan.
Bukan Air yang Semata-Mata Membuat Kerja Ginjal Berat
Menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan memperhatikan waktu minum. Pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan seseorang juga perlu diperhatikan.
Dalam penjelasannya, dr. Tirta menyebut beberapa kebiasaan dan kondisi yang menurutnya perlu menjadi perhatian.
“Yang membuat kerja ginjal berat itu gula kebanyakan, makan garam kebanyakan, sering minum energy drink, mager, dan tekanan darah tinggi,” pungkasnya.
Konsumsi gula dan garam secara berlebihan serta kebiasaan kurang bergerak merupakan bagian dari pola hidup yang perlu dievaluasi. Tekanan darah tinggi juga menjadi kondisi yang penting diperhatikan dalam upaya menjaga kesehatan ginjal.
Karena itu, pembicaraan mengenai ginjal sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan apakah seseorang boleh minum air sebelum tidur. Kebiasaan sehari-hari secara keseluruhan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Tidak Perlu Sengaja Menahan Haus
Anggapan bahwa ginjal harus berhenti bekerja saat manusia tidur tidak tepat. Ginjal tetap menjalankan fungsi fisiologisnya sepanjang waktu, meskipun tubuh mengalami perubahan aktivitas selama tidur.
Minum air putih dalam jumlah secukupnya sebelum tidur juga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang otomatis membuat ginjal “kelelahan”. Yang perlu dihindari adalah konsumsi cairan berlebihan yang justru dapat mengganggu tidur.
Namun, aturan tersebut tidak berlaku sama untuk setiap orang. Orang yang memiliki penyakit ginjal, gagal jantung, atau kondisi medis tertentu dan mendapat anjuran pembatasan cairan perlu mengikuti petunjuk dokter yang menangani.
Menjaga ginjal bukan berarti membuatnya berhenti bekerja pada malam hari. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan, aktivitas, tekanan darah, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara wajar.
Editor : Lugas Rumpakaadi