RADAR BANYUWANGI – Hepatitis B bukan penyakit yang selalu datang dengan tanda-tanda jelas. Virusnya dapat bekerja diam-diam di dalam tubuh hingga berkembang menjadi infeksi kronis, sirosis, bahkan kanker hati. Karena itu, dalam rangka Pekan Peduli Hepatitis B, RS Al Huda Banyuwangi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui pencegahan, vaksinasi, dan pemeriksaan dini.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Al Huda, Gambiran, Banyuwangi, dr Afina Fitra Firdaus, SpPD, mengatakan Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat berkembang tanpa disadari penderitanya.
“Infeksi virus ini kerjanya secara diam-diam, dari infeksi akut, kronis, bahkan hingga menyebabkan sirosis atau kanker hati. Tapi yang paling berbahaya dari penyakit ini, Hepatitis B tidak ada gejalanya bahkan sampai fase kronis,” ujarnya.
Kondisi itulah yang membuat Hepatitis B kerap terlambat diketahui. Seseorang bisa merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, sementara infeksi terus berlangsung di dalam tubuh.
Padahal, ketika kerusakan hati mulai berkembang, penanganannya dapat menjadi jauh lebih kompleks. Karena itu, kewaspadaan tidak seharusnya menunggu sampai muncul keluhan.
Kenali Sinyal dari Tubuh
Meski sering tidak bergejala, terdapat sejumlah tanda yang patut diperhatikan. Di antaranya kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning, urine berwarna cokelat seperti teh, nyeri berkepanjangan di perut kanan atas, lemas, serta mual.
Jika mengalami tanda-tanda tersebut, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Namun, tidak adanya gejala bukan berarti seseorang terbebas dari Hepatitis B. Justru karena sifatnya yang dapat berkembang tanpa keluhan, pemeriksaan menjadi penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Deteksi lebih awal memberikan peluang bagi pasien untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi penyakitnya.
Bisa Dicegah dengan Vaksinasi
Kabar baiknya, Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat dicegah. Salah satu langkah utama pencegahannya adalah vaksinasi Hepatitis B.
Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian. Termasuk memastikan alat yang digunakan untuk tato maupun tindik berada dalam kondisi steril.
Langkah sederhana tersebut penting karena penularan Hepatitis B berkaitan dengan paparan virus melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Pencegahan menjadi semakin penting karena seseorang dapat terinfeksi tanpa langsung mengetahui kondisinya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Al Huda, dr Khusnul Imama, mengatakan masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi Hepatitis B dapat mengakses layanan tersebut di RS Al Huda Banyuwangi.
“Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi Hepatitis B dapat menghubungi nomor 0851 9927 7928,” ujarnya.
Skrining untuk Membuka Jejak Virus
Selain vaksinasi, RS Al Huda juga menyediakan paket pemeriksaan Hepatitis B lengkap beserta skrining HBsAg.
Pemeriksaan HBsAg dapat membantu mendeteksi keberadaan antigen permukaan virus Hepatitis B dalam darah. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bagian dari penilaian dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dengan skrining, keberadaan infeksi dapat diketahui lebih awal sehingga pasien bisa mendapatkan konsultasi dan penanganan sesuai kondisi medisnya.
RS Al Huda juga menyediakan layanan konsultasi melalui Klinik Penyakit Dalam. Klinik tersebut melayani pasien pada pagi hingga sore hari, setiap Senin sampai Sabtu.
Pesan yang ingin disampaikan dalam Pekan Peduli Hepatitis B pun sebenarnya sederhana: jangan menunggu hati mengalami kerusakan untuk mulai peduli.
Sebab, Hepatitis B dapat berjalan tanpa suara. Ketika tubuh akhirnya memberikan tanda, penyakit tersebut bisa saja sudah berkembang cukup jauh. Pencegahan melalui vaksinasi dan pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk memutus risiko tersebut. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin