Digigit Anjing atau Hewan Lain? Jangan Tunggu Gejala Rabies, Segera Lakukan Ini

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:44 WIB
Vaksinasi hewan menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penularan rabies. Masyarakat juga perlu segera mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies. (ChatGPT)
Vaksinasi hewan menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penularan rabies. Masyarakat juga perlu segera mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Gigitan anjing atau hewan lain kerap dianggap sebagai luka biasa, terlebih jika lukanya terlihat kecil. Padahal, apabila hewan tersebut terinfeksi rabies, korban tidak seharusnya menunggu munculnya gejala untuk mencari pertolongan medis.

Rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf. Penularannya dapat terjadi ketika air liur hewan yang terinfeksi masuk ke tubuh melalui luka, termasuk akibat gigitan. Setelah masuk, virus bergerak melalui jaringan saraf menuju sistem saraf pusat.

Risiko menjadi sangat serius ketika virus telah mencapai otak. Infeksi dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf, termasuk kejang dan kesulitan menelan. Pada tahap ketika gejala klinis telah muncul, rabies umumnya berakibat fatal.

Karena itu, waktu setelah seseorang mengalami gigitan menjadi periode yang sangat penting. Penanganan sebelum timbulnya gejala menjadi kesempatan utama untuk mencegah virus berkembang menjadi penyakit yang mematikan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, menekankan pentingnya tindakan cepat setelah seseorang mengalami gigitan hewan berisiko rabies. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada 2 Juni 2023.

"Lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia dipicu gigitan anjing terinfeksi. Kunci utamanya adalah penanganan cepat sebelum gejala muncul. Begitu tergigit, luka wajib segera dicuci dengan sabun dan air mengalir, lalu dilanjutkan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat," tegas dr. Imran Pambudi.

Pesan tersebut penting bagi masyarakat, termasuk warga Banyuwangi yang berinteraksi dengan anjing maupun hewan lain yang berpotensi membawa rabies. Gigitan tidak perlu menunggu luka terlihat parah untuk mendapatkan perhatian medis.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Digigit?

Langkah pertama adalah segera mencuci bagian tubuh yang terluka menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah luka dibersihkan, korban perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan menentukan penanganan selanjutnya.

Petugas kesehatan akan menilai kondisi luka serta risiko paparan rabies. Berdasarkan penilaian tersebut, korban dapat diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan penanganan lain sesuai kebutuhan.

Hal yang perlu dihindari adalah menunggu hingga korban mengalami gejala. Rabies memiliki masa inkubasi sebelum virus mencapai sistem saraf pusat. Periode tersebut menjadi kesempatan penting untuk mendapatkan penanganan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Dengan kata lain, kondisi korban setelah gigitan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan besar kecilnya luka. Riwayat gigitan dan kemungkinan paparan air liur hewan perlu diperhatikan secara serius.

Bukan Hanya Korban, Hewan Juga Perlu Dikendalikan

Pencegahan rabies tidak berhenti pada penanganan korban gigitan. Pengendalian pada hewan juga menjadi bagian penting untuk memutus rantai penularan.

Vaksinasi hewan secara rutin merupakan salah satu upaya pencegahan yang perlu dilakukan. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan yang menunjukkan perilaku tidak biasa atau berpotensi menggigit.

Bagi pemilik hewan, menjaga kesehatan dan status vaksinasi hewan peliharaan menjadi bagian dari tanggung jawab untuk melindungi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Jangan Menunggu Gejala

Rabies memiliki perbedaan penting dibandingkan banyak penyakit lain, ketika gejala klinis telah berkembang akibat infeksi pada otak, pilihan untuk menyelamatkan pasien menjadi sangat terbatas.

Karena itu, tindakan setelah gigitan justru harus dilakukan ketika korban masih merasa sehat. Mencuci luka dengan sabun dan air mengalir, kemudian segera mencari pertolongan medis, merupakan langkah yang tidak seharusnya ditunda.

Bagi masyarakat Banyuwangi, kewaspadaan terhadap gigitan hewan penular rabies menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan. Luka yang tampak sederhana tetap perlu ditangani secara tepat apabila terdapat kemungkinan paparan rabies.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kesehatan Banyuwangi rabies Banyuwangi gigitan anjing Vaksin Anti Rabies hewan penular rabies