Mata Malas pada Anak Sering Tak Disadari, Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:09 WIB
Pemeriksaan mata sejak dini membantu mendeteksi gangguan penglihatan seperti amblyopia atau mata malas pada anak. (ChatGPT)
Pemeriksaan mata sejak dini membantu mendeteksi gangguan penglihatan seperti amblyopia atau mata malas pada anak. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Salah satu mata anak bisa terlihat normal dari luar, tetapi ternyata memiliki fungsi penglihatan yang tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini dikenal sebagai amblyopia atau yang populer disebut mata malas (lazy eye).

Amblyopia bukan berarti bola mata mengalami kerusakan secara fisik. Kondisi tersebut berkaitan dengan bagaimana mata dan otak bekerja sama dalam membentuk penglihatan.

Dokter Spesialis Mata JEC Bali @ Denpasar, dr. Putu Ayu Wulansari, Sp.M, menjelaskan bahwa penurunan fungsi penglihatan pada amblyopia tidak dapat dijelaskan oleh adanya kelainan struktural pada mata.

“Amblyopia adalah suatu kondisi penurunan fungsi atau ketajaman penglihatan yang terjadi di satu atau kedua mata, yang penyebabnya tidak bisa dijelaskan oleh kelainan struktural pada mata,” ujar dr. Putu Ayu Wulansari, Sp.M, dalam unggahan JEC EYE Hospitals and Clinics.

Apa yang terjadi pada mata malas?

Dalam perkembangan penglihatan, otak menerima informasi visual dari kedua mata dan mengolahnya menjadi satu pengalaman melihat. Namun, ketika salah satu mata memberikan informasi visual yang lebih buruk, otak dapat lebih mengandalkan mata yang penglihatannya lebih baik.

Akibatnya, mata yang lebih lemah tidak mendapatkan rangsangan visual yang cukup untuk mengembangkan fungsinya secara optimal. Inilah sebabnya amblyopia lebih tepat dipahami sebagai gangguan perkembangan fungsi penglihatan, bukan sekadar masalah pada bentuk atau kondisi fisik bola mata.

Yang menjadi persoalan, anak sering tidak menyadari bahwa penglihatan salah satu matanya berbeda. Anak tetap dapat beraktivitas dengan mengandalkan mata yang lebih kuat, sehingga kelainan tersebut tidak selalu mudah dikenali oleh orang tua.

Bagaimana mata malas ditangani?

Penanganan amblyopia bertujuan meningkatkan penggunaan mata yang lebih lemah dan membantu otak memproses informasi visual dari mata tersebut. Metode yang dipilih bergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing pasien.

Salah satu metode yang umum dikenal adalah patching atau menutup mata yang penglihatannya lebih baik menggunakan penutup mata selama waktu tertentu. Dengan demikian, mata yang lebih lemah didorong untuk lebih banyak digunakan.

Pilihan lain adalah obat tetes atropin. Penggunaannya dapat membuat penglihatan mata yang lebih kuat menjadi buram untuk sementara, sehingga mata yang lebih lemah mendapat kesempatan lebih besar untuk digunakan. Pemakaian atropin harus berdasarkan penilaian dan petunjuk dokter.

Kacamata atau lensa kontak juga dapat menjadi bagian penting dalam penanganan. Terutama apabila terdapat perbedaan ukuran refraksi yang cukup besar antara kedua mata, koreksi penglihatan perlu diperhatikan agar masing-masing mata memperoleh gambaran visual yang lebih jelas.

Perkembangan teknologi turut menghadirkan terapi visual dengan pendekatan dichoptic. Metode ini menggunakan permainan atau perangkat visual tertentu untuk melatih kedua mata agar dapat bekerja sama dalam memproses informasi.

Namun, tidak semua metode cocok untuk setiap pasien. Dokter spesialis mata perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan penyebab dan bentuk terapi yang sesuai.

Mengapa pemeriksaan sejak anak-anak penting?

Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam perkembangan sistem penglihatan. Karena itu, amblyopia yang ditemukan dan ditangani lebih awal umumnya memiliki peluang respons terapi yang lebih baik dibandingkan dengan ketika masalah baru diketahui jauh lebih besar.

Anak juga dapat beradaptasi dengan kondisi penglihatannya tanpa menyadari adanya masalah. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menunggu sampai anak mengeluhkan penglihatannya untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi adanya perbedaan fungsi penglihatan antara kedua mata. Pemeriksaan menjadi semakin penting apabila orang tua melihat tanda-tanda seperti anak sering memicingkan mata, menutup salah satu mata ketika melihat, kesulitan mengikuti objek secara visual, atau posisi kedua mata tampak tidak sejajar.

Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti anak mengalami amblyopia. Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan oleh tenaga medis.

Kapan perlu membawa anak ke dokter mata?

Jika orang tua mencurigai adanya gangguan penglihatan pada anak, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Dokter akan menilai ketajaman penglihatan dan kondisi kedua mata sebelum menentukan penanganan.

Penanganan mata malas juga membutuhkan kepatuhan dan konsistensi. Penggunaan penutup mata, obat tetes, kacamata, maupun terapi visual sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan perkiraan sendiri.

Bagi orang tua, perhatian terhadap penglihatan anak merupakan bagian dari menjaga tumbuh kembangnya. Amblyopia dapat berlangsung tanpa keluhan yang jelas, sehingga deteksi dan penanganan pada masa perkembangan penglihatan menjadi hal yang penting.

Mata malas bukan sekadar persoalan satu mata yang terlihat kurang aktif. Kondisi ini berkaitan dengan proses komunikasi antara mata dan otak dalam membangun penglihatan. Dengan pemeriksaan yang tepat dan terapi sesuai anjuran dokter, fungsi mata yang lebih lemah dapat dilatih dan dioptimalkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
amblyopia