Tak Perlu Keluar Banyuwangi; Darah, Air hingga Tumor Marker Bisa Dicek di Labkesda Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Petugas Labkesda Banyuwangi melakukan identifikasi bakteri pada sampel air dan makanan memanfaatkan alat BD Phoenix 100. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Petugas Labkesda Banyuwangi melakukan identifikasi bakteri pada sampel air dan makanan memanfaatkan alat BD Phoenix 100. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Warga Banyuwangi kini tak harus pergi jauh untuk mendapatkan beragam pemeriksaan laboratorium. Labkesda Banyuwangi terus memperluas layanan hingga mencakup kimia klinik, hematologi, mikrobiologi, molekuler/PCR, imunologi, tumor marker, pemeriksaan air dan pangan, hingga endotoksin. Dukungan peralatan modern membuat layanan semakin lengkap, kapasitas meningkat, sekaligus waktu pemeriksaan semakin singkat.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses layanan kesehatan di Banyuwangi. Bukan hanya masyarakat umum, fasilitas laboratorium itu juga dapat mendukung kebutuhan puskesmas, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga berbagai institusi.

Sejumlah peralatan baru kini memperkuat kemampuan Labkesda. Di antaranya Autoanalyzer Kimia Darah, Autoanalyzer E-CLIA, Autoanalyzer Kimia Air, Analyzer Endotoksin, dan IDEXX Equipment.

Penambahan peralatan tersebut membuat cakupan pemeriksaan semakin luas. Beberapa pemeriksaan yang sebelumnya membutuhkan dukungan laboratorium dengan kapasitas lebih tinggi berpeluang dilakukan lebih dekat di Banyuwangi, dengan tetap memperhatikan persyaratan kompetensi, mutu, regulasi, dan standar pemeriksaan.

Dari Darah hingga Endotoksin

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, investasi peralatan laboratorium tersebut diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap akses pelayanan masyarakat.

“Targetnya semakin banyak pemeriksaan dapat diselesaikan di Banyuwangi, hasil semakin cepat, akses masyarakat semakin dekat,” ujarnya.

Salah satu perubahan paling terasa terlihat pada layanan pemeriksaan kimia darah.

Dengan dukungan Autoanalyzer Kimia Darah, kapasitas pemeriksaan meningkat dari sekitar 80 sampel menjadi 200 sampel per jam. Artinya, kemampuan pemeriksaan melonjak hingga 2,5 kali lipat.

Peningkatan tersebut bukan sekadar persoalan jumlah sampel. Kapasitas yang lebih besar memungkinkan proses pemeriksaan berjalan lebih efisien sehingga waktu tunggu masyarakat dapat ditekan.

Selain pemeriksaan darah, kemampuan Labkesda juga berkembang pada bidang imunologi. Kehadiran Autoanalyzer E-CLIA membuka peluang pemeriksaan yang lebih maju, termasuk berbagai parameter antigen dan antibodi serta tumor marker.

Sementara itu, layanan molekuler tetap diperkuat dengan fasilitas PCR Analyzer, antara lain untuk analisis DNA HPV.

Dengan kombinasi tersebut, layanan laboratorium klinik di Banyuwangi memiliki cakupan yang semakin beragam.

Pemeriksaan Air Kini Lebih Ngebut

Penguatan Labkesda tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan manusia. Kualitas air dan pangan juga menjadi bagian dari layanan yang diperkuat.

Untuk pemeriksaan kualitas air, Labkesda kini didukung Autoanalyzer Kimia Air. Sedangkan pemeriksaan mikrobiologi air diperkuat dengan IDEXX Equipment.

Perubahan paling mencolok terjadi pada waktu pemeriksaan bakteri air.

Jika sebelumnya analisis membutuhkan sekitar 4×24 jam, kini prosesnya dapat dipangkas menjadi sekitar satu hari. Dengan peralatan baru, kemampuan analisis bahkan dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 18 jam.

Kecepatan tersebut penting karena air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kontaminasi. Hasil pemeriksaan yang lebih cepat memungkinkan potensi masalah kualitas air diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti dengan segera.

Endotoksin untuk Dukung Pasien Cuci Darah

Kemampuan baru lainnya adalah pemeriksaan endotoksin. Labkesda kini memiliki Analyzer Endotoksin yang dapat mendukung pengujian kualitas air dan cairan dalam pelayanan hemodialisis atau cuci darah.

Pemeriksaan endotoksin menjadi salah satu bagian penting dalam pengendalian mutu layanan hemodialisis. Pasien cuci darah menjalani terapi secara berulang sehingga kualitas air dan cairan dialisis perlu dikontrol secara ketat.

Dengan tersedianya fasilitas tersebut di Banyuwangi, kebutuhan pemeriksaan dapat dilakukan lebih dekat dan berpotensi memperpendek proses pengiriman sampel.

Namun, kelengkapan alat tetap harus diikuti kesiapan sumber daya manusia, SOP, reagen, kalibrasi, pengendalian mutu, hingga quality assurance.

Artinya, modernisasi Labkesda bukan sekadar menghadirkan mesin baru. Setiap hasil pemeriksaan harus tetap memenuhi standar agar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bukan Sekadar Tempat Periksa Sampel

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, penguatan peralatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan fungsi Labkesda sebagai bagian dari sistem kesehatan masyarakat.

Laboratorium dapat mendukung surveilans kesehatan, penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB), keamanan pangan, serta kesehatan lingkungan.

Data hasil pemeriksaan nantinya bukan hanya menjadi angka dalam lembar hasil laboratorium. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan maupun penanganan ketika ditemukan indikasi persoalan kesehatan lingkungan atau masyarakat.

Karena itu, pemanfaatan alat menjadi perhatian penting. Semakin optimal peralatan digunakan, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Yang utama adalah memastikan investasi alat menjadi produktif, pelayanan semakin berkualitas, dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” tegas Amir.

Dengan cakupan layanan yang kini semakin luas, Labkesda Banyuwangi diarahkan menjadi salah satu simpul penting pelayanan laboratorium di daerah.

Mulai dari pemeriksaan darah, bakteri air, kualitas pangan, molekuler, imunologi, tumor marker, hingga endotoksin, semakin banyak kebutuhan pemeriksaan yang dapat diselesaikan di Banyuwangi. Ujungnya satu: layanan kesehatan lebih dekat, hasil lebih cepat, dan masyarakat tidak selalu harus mencari laboratorium di luar daerah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Labkesda Banyuwangi Layanan laboratorium Pemeriksaan endotoksin pemeriksaan kesehatan cek darah