RADAR BANYUWANGI — Sebanyak 300 perempuan di Banyuwangi menjalani skrining USG kanker payudara secara gratis di Klinik STIKES Universitas Dr. Soekardjo (Unidsoe), Jumat (28/8). Tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan terhadap akses deteksi dini kanker payudara sekaligus menegaskan pentingnya pemeriksaan sebelum muncul gejala.
Program tersebut digelar Klinik STIKES Unidsoe bekerja sama dengan RSU Siloam Jember, juga didukung Dinas Kesehatan serta Osing Pink, melalui gerakan Selangkah (Semangat Lawan Kanker). Pemeriksaan berlangsung pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan fokus pada upaya promotif dan preventif.
Kanker payudara menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai perempuan. Dalam kegiatan tersebut, risiko kanker payudara disampaikan dapat mengintai satu dari delapan perempuan.
Karena itu, skrining menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan sedini mungkin.
Rektor Universitas Dr. Soekardjo (Unidsoe) Dr Soekardjo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diakses langsung masyarakat.
“Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat kelainan atau tanda awal ditemukan, semakin cepat pula penanganan medis yang sesuai bisa diberikan. Peluang kesembuhan pun jauh lebih tinggi,” tegas Soekardjo.
Bukan Sekadar Pemeriksaan, Ada Edukasi Kesehatan
Selama mengikuti program, peserta tidak hanya mendapatkan skrining USG payudara, tetapi juga edukasi mengenai kesehatan payudara secara komprehensif.
Bagi peserta yang hasil pemeriksaannya menunjukkan indikasi membutuhkan pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut, tim spesialis menyiapkan rujukan dan penanganan sesuai kondisi pasien.
“Bagi peserta yang terindikasi membutuhkan tindakan medis lebih lanjut, tim spesialis siap memberikan rujukan dan penanganan lanjutan sesuai kebutuhan pasien,” ujar Soekardjo.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Temuan yang membutuhkan perhatian medis dapat ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan yang sesuai.
Klinik STIKES Didorong Aktif Edukasi Masyarakat
Soekardjo menegaskan, keberadaan Klinik STIKES Unidsoe diarahkan tidak hanya sebagai tempat masyarakat memperoleh layanan ketika sakit.
Klinik juga diharapkan menjadi ruang edukasi kesehatan, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini.
Kolaborasi dengan RSU Siloam Jember menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan tersebut. Sinergi antarlembaga kesehatan diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang berkualitas di Banyuwangi.
Program Selangkah sekaligus memperlihatkan bahwa upaya melawan kanker payudara tidak harus dimulai ketika keluhan sudah muncul. Pemeriksaan dini, edukasi, dan tindak lanjut medis menjadi rangkaian penting dalam menjaga kesehatan perempuan.
Bagi 300 peserta yang hadir, kesempatan menjalani USG tanpa biaya menjadi momentum untuk lebih mengenali kondisi kesehatan payudara mereka.
Langkah sederhana itu membawa pesan yang jauh lebih besar: jangan menunggu gejala untuk mulai peduli terhadap kesehatan payudara. (fre)
Editor : Ali Sodiqin