Berobat Sambil Wisata, Gagasan Baru RSUD Blambangan untuk Kembangkan Healthy Tourism

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Ruang VVIP Prof dr Imanoedin RSUD Blambangan disiapkan sebagai bagian dari pengembangan konsep healthy tourism di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Ruang VVIP Prof dr Imanoedin RSUD Blambangan disiapkan sebagai bagian dari pengembangan konsep healthy tourism di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Pengoperasian layanan kesehatan di Ruang VVIP Prof dr Imanoedin menjadi salah satu komitmen wujud komitmen RSUD Blambangan untuk menyambut wisata kesehatan (healthy tourism).

Dengan membaca kebutuhan masyarakat yang menginginkan fasilitas lebih eksklusif, pihak RSUD Blambangan menggabungkan konsep kenyamanan dan pariwisata.

Plt Direktur RSUD Blambangan Dr dr Hj Asiyah Anggraeni mengatakan, kehadiran layanan VVIP bukan dimaksudkan untuk membedakan pasien berdasarkan kelas layanan melainkan memberikan pilihan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan dengan konsep berbeda dari layanan reguler.

“Kami membaca situasi market masyarakat yang membutuhkan layanan khusus. Bukan membedakan pasien, tetapi memberikan pasien pilihan di luar reguler atau eksklusif,” kata Aisiyah.

Konsep tersebut menjadi langkah out of the box pihak RSUD Blambangan.

Rumah sakit milik pemerintah tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tetapi juga perlu beradaptasi dengan kebutuhan pasien yang terus berkembang.

Pengembangan Ruang VVIP Prof dr Imanoedin juga disiapkan sebagai pintu masuk konsep healthy tourism di Banyuwangi.

Sejak Maret 2026, RSUD Blambangan mulai mengonsep layanan tersebut bersama agency pariwisata di Banyuwangi.

Gagasannya, masyarakat bisa menjalani pemeriksaan kesehatan sembari menikmati wisata di Banyuwangi.

Wisatawan yang sedang berobat juga tetap memiliki kesempatan untuk berwisata selama kondisi medisnya memungkinkan.

“Konsepnya bisa berwisata sambil berobat atau berobat sambil wisata. Orang yang mau berwisata bisa sambil periksa kesehatan. Mereka yang sudah sakit tetapi masih bisa berwisata juga bisa difasilitasi,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, RSUD Blambangan dapat mengembangkan paket skrining kesehatan, seperti skrining stroke dan jantung, yang dipadukan dengan aktivitas wisata.

Dengan demikian, layanan kesehatan tidak semata menjadi tujuan akhir ketika seseorang sakit, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata dan upaya menjaga kesehatan.

Asiyah menyebut, konsep healthy tourism menjadi salah satu peluang yang ingin dikembangkan RSUD Blambangan.

Ruang VVIP Prof dr Imanoedin diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan potensi pariwisata Banyuwangi.

“Nanti kami juga bisa memberikan advice (nasihat) kepada pasien destinasi mana yang menarik dan aman dengan kondisi kesehatan mereka," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Radar Banyuwangi
Ruang VVIP Prof dr Imanoedin healthy tourism Banyuwangi wisata kesehatan Banyuwangi layanan kesehatan VVIP rsud blambangan