Gigi Berlubang hingga Saraf, RSUD Genteng Ungkap Peluang Selamatkan Gigi

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:30 WIB
PRESISI: Dokter spesialis konservasi gigi RSUD Genteng melakukan pemeriksaan gigi pasien. (RSUD Genteng)
PRESISI: Dokter spesialis konservasi gigi RSUD Genteng melakukan pemeriksaan gigi pasien. (RSUD Genteng)

RADAR BANYUWANGI – Gigi berlubang dengan kerusakan yang sudah cukup besar tidak selalu berakhir di kursi pencabutan. Selama struktur gigi dan jaringan pendukungnya masih memungkinkan untuk dipertahankan, gigi asli masih berpeluang diselamatkan melalui pemeriksaan serta penanganan medis yang tepat.

Pesan itu disampaikan Dokter Spesialis Konservasi Gigi atau Endodontis RSUD Genteng, drg Ceples Dian Kartika WP SpKG. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru memilih pencabutan sebelum kondisi gigi diperiksa secara menyeluruh.

“Gigi berlubang besar tidak serta-merta harus dicabut. Kami akan memeriksa tingkat kerusakannya terlebih dahulu untuk melihat apakah gigi tersebut masih bisa dipertahankan,” ujar drg Ceples.

Menurutnya, setiap kasus kerusakan gigi memiliki kondisi berbeda. Karena itu, keputusan untuk mempertahankan atau mencabut gigi harus didasarkan pada pemeriksaan medis, termasuk tingkat kerusakan struktur gigi dan kondisi jaringan pendukungnya.

Fokus Mempertahankan Gigi Asli

Bidang konservasi gigi berfokus pada upaya mempertahankan gigi asli selama masih memungkinkan secara medis. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan pada kerusakan gigi yang telah mencapai jaringan pulpa atau saraf adalah perawatan saluran akar.

Melalui tindakan tersebut, gigi yang mengalami kerusakan berat masih dapat memperoleh peluang untuk dipertahankan, tentunya setelah melalui pemeriksaan dan penilaian oleh dokter gigi spesialis.

Mempertahankan gigi asli, lanjut drg Ceples, memiliki sejumlah keuntungan. Gigi tetap menjalankan fungsinya untuk mengunyah dan membantu proses berbicara. Keberadaan gigi asli juga penting dalam menjaga struktur rahang, susunan gigi, hingga estetika senyum.

Tak kalah penting, kondisi gigi yang terawat juga dapat berpengaruh terhadap rasa percaya diri seseorang.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga keluhan semakin berat sebelum memeriksakan kesehatan gigi.

Jangan Tunggu Sakit Semakin Parah

Nyeri yang muncul secara spontan, rasa ngilu berkepanjangan, perubahan warna pada gigi, hingga pembengkakan menjadi sejumlah tanda yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Semakin cepat kondisi gigi diketahui dan ditangani, peluang untuk mempertahankan gigi asli juga semakin terbuka.

“Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang kita untuk menyelamatkan gigi asli dan memberikan perawatan yang presisi,” tambahnya.

Melalui Poli Spesialis Konservasi Gigi, RSUD Genteng terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi serta memilih penanganan yang sesuai dengan kondisi medis.

Masyarakat yang memiliki keluhan gigi berlubang, kerusakan gigi, maupun ingin berkonsultasi mengenai perawatan konservasi gigi dapat memanfaatkan layanan tersebut di RSUD Genteng bersama drg Ceples Dian Kartika WP SpKG.

Pesan utamanya sederhana: gigi berlubang besar bukan berarti pasti harus dicabut. Pemeriksaan yang tepat sejak dini dapat membantu menentukan pilihan perawatan dan membuka peluang mempertahankan gigi asli selama kondisi medis masih memungkinkan. (*/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Gigi Berlubang Konservasi Gigi Perawatan Akar Kesehatan Gigi rsud genteng