RADAR BANYUWANGI – Komitmen meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien terus diperkuat Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Gambiran, Banyuwangi. Selama tiga hari, yakni 11, 13, dan 14 Agustus 2026, rumah sakit tersebut menjalani re-survei akreditasi sebagai bagian dari upaya memastikan standar pelayanan dan tata kelola berjalan sesuai ketentuan.
Re-survei dilakukan melalui dua tahapan. Pada hari pertama, survei dilaksanakan secara daring dengan penelaahan berbagai dokumen regulasi dan bukti implementasi program rumah sakit. Sementara pada hari kedua dan ketiga, tim surveior melakukan telusur langsung di lapangan untuk memastikan seluruh standar benar-benar diterapkan.
Direktur RSAH dr Indiati MMRS mengatakan, re-survei akreditasi menjadi bagian penting dalam komitmen RS Al Huda untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Menurutnya, melalui proses akreditasi, rumah sakit didorong untuk memperkuat tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis secara berkelanjutan. Akreditasi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program pembangunan kesehatan nasional.
“Alhamdulillah pelaksanaan survei selama tiga hari berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pada hari pertama pelaksanaan survei dilakukan secara daring. Surveyor melakukan telaah dokumen, baik regulasi maupun bukti implementasi kegiatan rumah sakit yang telah di-upload di sistem,” ujarnya.
Selain penelaahan dokumen, tim surveior juga melakukan wawancara dengan jajaran pimpinan dan staf rumah sakit. Wawancara tersebut membahas tanggung jawab, komitmen, serta langkah-langkah yang telah dilakukan RSAH dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Telusur Langsung ke Lapangan
Memasuki hari kedua dan ketiga, proses re-survei dilanjutkan dengan telusur lapangan. Tahapan ini dilakukan untuk membuktikan kesesuaian antara regulasi yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya di lingkungan rumah sakit.
Tim surveior melakukan pengecekan terhadap penerapan standar dan prosedur dalam berbagai layanan. Mulai dari aspek tata kelola hingga implementasi pelayanan yang dijalankan oleh seluruh unsur rumah sakit.
“Standar dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan wajib dilaksanakan oleh semua staf mulai dari pimpinan sampai pelaksana,” tegas Indiati.
Ia menjelaskan, keterlibatan seluruh sumber daya manusia rumah sakit menjadi faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. Upaya peningkatan mutu tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi harus diterapkan hingga ke tingkat pelaksana pelayanan.
Surveior yang melakukan penilaian re-survei akreditasi RSAH berasal dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Selama proses survei, tim melakukan evaluasi terhadap dokumen, sistem, serta implementasi berbagai standar yang dijalankan rumah sakit.
Kekompakan Tim Dapat Apresiasi
Indiati mengatakan, pelaksanaan re-survei selama tiga hari tersebut mendapat respons positif dari tim surveior. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah kekompakan serta komitmen seluruh civitas RS Al Huda dalam menjalankan peningkatan mutu pelayanan.
“Kami bersyukur, surveyor memberikan apresiasi yang sangat mendalam. Surveyor terkesan akan kekompakan dan komitmen seluruh civitas RS Al Huda dalam upaya memberikan pelayanan yang paripurna kepada pasien dan keluarga, karyawan, masyarakat,” tuturnya.
Menurut Indiati, hasil dan proses re-survei tersebut menjadi dorongan bagi RS Al Huda untuk tidak berhenti melakukan pembenahan. Peningkatan mutu pelayanan harus terus berjalan dan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh civitas rumah sakit.
Re-survei akreditasi, lanjut dia, bukan sekadar proses penilaian administratif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi untuk memastikan setiap standar pelayanan dapat diterapkan secara konsisten demi memberikan layanan yang aman dan berkualitas.
Indiati menambahkan, komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan akan terus menjadi perhatian RS Al Huda. Dengan evaluasi dan pembenahan yang dilakukan secara konsisten, rumah sakit diharapkan mampu terus memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada pasien, keluarga, karyawan, dan masyarakat. (*/sgt)
Editor : Ali Sodiqin