RADAR BANYUWANGI – Anggapan minum jus wortel dapat menyembuhkan mata minus masih kerap dipercaya masyarakat. Kandungan vitamin A dalam wortel memang dikenal baik untuk menunjang kesehatan mata. Namun, manfaat tersebut tidak berarti mampu mengembalikan kondisi mata minus menjadi normal.
Klaim mengenai wortel sebagai penyembuh gangguan penglihatan sebenarnya telah berkembang sejak lama. Pemahaman itu muncul dari khasiat wortel yang mengandung vitamin A, beta karoten, serat, kalium, dan antioksidan.
Berbagai zat tersebut memiliki manfaat bagi tubuh. Vitamin A, misalnya, berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan dan kesehatan retina. Karena itu, konsumsi wortel secara rutin memang dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan mata.
Persoalannya, manfaat menjaga kesehatan mata berbeda dengan memperbaiki kelainan refraksi, termasuk miopia atau mata minus.
Mata minus terjadi ketika bentuk bola mata lebih panjang dari kondisi normal. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan tepat pada retina, melainkan jatuh di depan retina. Kondisi struktural tersebut tidak dapat dikoreksi hanya dengan mengandalkan asupan nutrisi dari makanan maupun jus.
Informasi mengenai mitos tersebut juga disampaikan dalam sebuah video edukasi yang dibuat dr. Ikhsan, kreator konten yang membahas berbagai informasi kesehatan. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, ia membahas sejumlah anggapan yang masih dipercaya masyarakat, termasuk klaim jus wortel dapat menyembuhkan mata rabun.
Dalam pembahasannya, dr. Ikhsan merujuk pada diskusi dengan dokter spesialis mata. Hasilnya, jus wortel disebut tidak berkaitan dengan perubahan ukuran minus maupun silinder pada mata.
“Jus wortel tidak mempengaruhi perubahan minus atau silinder pada mata,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam materi edukasi tersebut.
Kandungan wortel, terutama vitamin A, tetap memiliki fungsi penting. Zat tersebut membantu menjaga kesehatan mata, termasuk mendukung kondisi retina. Namun, manfaat itu tidak serta-merta membuat gangguan refraksi seperti mata minus atau silinder kembali normal.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara menjaga kesehatan mata dan mengoreksi kelainan penglihatan. Mengonsumsi sayuran kaya vitamin dan zat gizi tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan seimbang, tetapi tidak semestinya dijadikan pengganti pemeriksaan atau terapi medis.
Bagi orang yang mengalami mata minus, pemeriksaan ke dokter spesialis mata menjadi langkah yang lebih tepat. Dari pemeriksaan tersebut, kondisi penglihatan dapat diketahui secara akurat sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Mengandalkan pengobatan alternatif yang belum terbukti secara medis justru berisiko membuat gangguan penglihatan tidak tertangani dengan semestinya.
Dengan demikian, anggapan jus wortel dapat menyembuhkan mata minus merupakan mitos. Wortel memang baik untuk membantu menjaga kesehatan mata, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengubah struktur bola mata yang menjadi penyebab miopia.
Editor : Lugas Rumpakaadi