RADAR BANYUWANGI – Kebutuhan tenaga medis di sejumlah fasilitas kesehatan Banyuwangi mulai mendapat tambahan amunisi. Tiga dokter spesialis baru seluruhnya ditempatkan di RSUD Genteng, sementara enam dokter umum disebar ke RSUD Blambangan dan tiga puskesmas.
Tambahan tenaga medis tersebut berasal dari rekrutmen CPNS formasi 2024. Mereka termasuk dalam 79 CPNS Banyuwangi yang resmi menerima SK pengangkatan sebagai PNS dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (12/8).
Data Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi mencatat, dari formasi kesehatan yang menerima SK, terdapat tiga dokter spesialis dan tujuh dokter umum.
Tiga dokter spesialis ditempatkan seluruhnya di RSUD Genteng. Sementara tujuh dokter umum didistribusikan ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Rinciannya, dua dokter umum ditempatkan di RSUD Blambangan, sedangkan lainnya bertugas di Puskesmas Kalibaru Kulon, Puskesmas Kedungrejo, dan Puskesmas Tegalsari.
Tambahan Dokter untuk Perkuat Layanan
Kepala BKPP Banyuwangi Ilzam Nuzuli mengatakan, 79 PNS baru tersebut ditempatkan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Banyuwangi.
Formasi kesehatan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian. Selain dokter, terdapat tenaga kesehatan lain seperti apoteker, tenaga sanitasi lingkungan, radiografer, hingga terapis gigi.
Khusus dokter, penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai rumah sakit daerah hingga puskesmas.
“Mereka ini hasil rekrutmen tahun 2024. Semoga dengan keberadaan mereka bisa memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan rumah sakit maupun puskesmas,” tegas Ilzam.
Masuknya tenaga medis baru diharapkan tidak sekadar menambah jumlah personel. Lebih jauh, kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan kepada masyarakat di fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi penugasan.
Terutama bagi rumah sakit dan puskesmas yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia untuk menunjang pelayanan kesehatan sehari-hari.
Belum Ada Sinyal Rekrutmen CPNS Baru
Di tengah tambahan tenaga kesehatan tersebut, Pemkab Banyuwangi belum menerima informasi mengenai pembukaan seleksi CPNS baru.
Ilzam mengatakan, kebutuhan ASN untuk tenaga kesehatan maupun tenaga fungsional lainnya masih terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, hingga kini belum ada instruksi untuk kembali membuka rekrutmen CPNS di Banyuwangi.
Rekrutmen CPNS terakhir digelar pada Oktober 2024 dengan total 89 formasi. Sebanyak 36 formasi dialokasikan untuk tenaga kesehatan, sedangkan 53 lainnya untuk tenaga teknis.
“Hingga kini belum ada informasi terkait pembukaan rekrutmen CPNS baru untuk Banyuwangi,” pungkasnya.
79 PNS Baru, 17 di Antaranya Tenaga Kesehatan
Sebelumnya, sebanyak 79 CPNS Banyuwangi resmi menerima SK pengangkatan menjadi PNS dalam prosesi di Ruang Rempeg Jogopati, Rabu (12/8).
SK tersebut diserahkan langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Para PNS baru diharapkan menjadi energi tambahan bagi Pemkab Banyuwangi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dari total 79 PNS tersebut, sebanyak 54 orang merupakan fungsional teknis yang ditempatkan di berbagai satuan kerja perangkat daerah.
Sementara 17 orang berasal dari formasi tenaga kesehatan, terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua tenaga fungsional kesehatan, dan tujuh apoteker.
Ipuk menyebut para ASN baru tersebut didominasi generasi muda, terutama kalangan milenial dan Gen Z.
Karena itu, dia mengingatkan agar status sebagai ASN tidak dipandang hanya sebagai jalan menuju masa depan yang lebih terjamin. Sebaliknya, status tersebut harus diikuti tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jangan lagi berpikiran bahwa menjadi ASN itu karena masa depan terjamin,” pesan Ipuk. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin