RADAR BANYUWANGI — Siang terasa menyengat, tetapi begitu malam tiba suhu udara berubah drastis dan terasa dingin menusuk. Kondisi yang kerap terjadi pada puncak musim kemarau ini dikenal masyarakat sebagai fenomena bediding. Perubahan suhu yang ekstrem tersebut membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi.
Jika tidak diimbangi dengan kondisi tubuh yang prima, perubahan cuaca siang dan malam dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Sejumlah keluhan kesehatan pun lebih mudah muncul, mulai dari batuk, pilek, infeksi saluran pernapasan, diare hingga dehidrasi.
dr. Khusnul Imama, Manajer Pelayanan Medis RS Al Huda Gambiran, Banyuwangi, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika fenomena bediding terjadi.
Menurutnya, tubuh membutuhkan adaptasi ekstra ketika menghadapi perbedaan suhu yang cukup terasa antara siang dan malam. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting agar masyarakat tetap bugar selama periode cuaca ekstrem.
Tetap Minum Meski Tidak Haus
Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan ketika udara terasa dingin adalah mencukupi kebutuhan cairan.
Rasa haus memang bisa berkurang saat suhu udara lebih dingin. Namun, kebutuhan tubuh terhadap air tetap berjalan. Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum sekitar 7–8 gelas air putih per hari.
Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung kelembapan saluran pernapasan.
Jangan menunggu haus untuk minum. Kebiasaan sederhana tersebut justru penting untuk dipertahankan ketika tubuh menghadapi perubahan suhu yang ekstrem.
Makanan Bergizi dan Olahraga Ringan
Selain cairan, asupan makanan bergizi seimbang menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar kebutuhan energi dan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
Olahraga ringan secara rutin juga dapat dilakukan. Aktivitas fisik membantu menjaga peredaran darah sekaligus membuat tubuh tetap aktif dan hangat ketika suhu udara mulai turun pada malam hari.
Namun, olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jangan memaksakan aktivitas fisik ketika tubuh sedang tidak fit.
Jangan Lupakan Kulit dan Kebersihan Tangan
Udara dingin dan cenderung kering juga dapat membuat kulit lebih mudah kering hingga pecah-pecah.
Untuk mengatasinya, penggunaan pelembap kulit secara rutin dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Di sisi lain, kebersihan diri tetap tidak boleh diabaikan.
Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah menggunakan toilet perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan sederhana tersebut penting untuk membantu menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit.
Tidur Cukup, Imunitas Ikut Terjaga
Hal lain yang tak kalah penting adalah kualitas tidur.
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah beraktivitas. Tubuh memerlukan waktu tidur yang cukup untuk memulihkan tenaga dan mendukung berbagai proses pemulihan tubuh, termasuk fungsi sistem kekebalan.
Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Sementara kebutuhan tidur anak-anak lebih lama dan disesuaikan dengan kelompok usianya.
Karena itu, kebiasaan begadang sebaiknya dikurangi, terutama ketika kondisi tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Stres Juga Perlu Dikelola
Menjaga kesehatan saat bediding tidak hanya berkaitan dengan makanan, minuman dan aktivitas fisik.
Kondisi psikologis juga perlu diperhatikan.
Stres yang menumpuk dapat membuat tubuh dan pikiran semakin lelah. Karena itu, luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang menyenangkan.
Membaca, berkebun, menekuni hobi, atau sekadar bersantai sejenak dapat menjadi pilihan untuk membantu mengelola stres.
Intinya, menjaga kesehatan saat menghadapi perubahan cuaca membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika tubuh mulai sakit.
Jangan Abaikan Gejala yang Muncul
Meski pencegahan penting, masyarakat tetap perlu mengenali tanda-tanda ketika kondisi tubuh mulai menurun.
dr. Khusnul mengingatkan agar masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami sejumlah keluhan seperti demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, atau rasa tidak nyaman pada perut.
“Jika kesehatan tubuh menurun dan mengalami gejala demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual dan muntah, serta rasa tidak enak pada perut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter di RS Al Huda,” ujarnya.
Fenomena bediding mungkin menjadi bagian dari siklus cuaca saat puncak musim kemarau. Namun, perubahan suhu yang terasa tajam tetap membutuhkan perhatian.
Siang boleh panas, malam boleh dingin. Yang jangan sampai ikut turun adalah daya tahan tubuh. (*)
Editor : Ali Sodiqin