RADAR BANYUWANGI — Selama 34 hari, seorang warga negara Jepang menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Blambangan, Banyuwangi. Setelah kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang baik, proses perawatan kini dilanjutkan di negara asal dengan pendampingan tim Medical Evacuation (MedEvac).
Pasien tersebut dipindahkan dari RSUD Blambangan untuk menuju Bandara Juanda, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang. Proses pemindahan dilakukan dengan koordinasi antara rumah sakit, keluarga, serta pihak terkait untuk memastikan perjalanan berlangsung aman.
Kepulangan pasien asal Jepang ini sekaligus menjadi gambaran bahwa layanan ICU RSUD Blambangan tidak hanya melayani masyarakat lokal. Rumah sakit daerah tersebut juga memberikan perawatan profesional kepada pasien dari mancanegara.
Selama menjalani perawatan, pasien ditangani oleh tim medis RSUD Blambangan, termasuk dr. Aji Setia Utama, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf yang menangani pasien selama masa perawatan.
Sebelum proses pemindahan dilakukan, dr. Aji menyampaikan perkembangan kondisi pasien kepada keluarga. Perkembangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan keluarga untuk melanjutkan proses perawatan di Jepang.
Keputusan tersebut diambil agar pasien dapat memperoleh pendampingan medis lanjutan sekaligus lebih dekat dengan keluarga di negara asalnya.
34 Hari Mendapat Perawatan Intensif
Selama lebih dari sebulan berada di ruang ICU RSUD Blambangan, pasien mendapatkan perawatan dan pemantauan dari tim kesehatan rumah sakit.
Perjalanan selama 34 hari itu tidak hanya menjadi proses medis bagi pasien, tetapi juga menghadirkan ikatan emosional antara keluarga dan tenaga kesehatan yang mendampingi.
Keluarga pasien pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Blambangan, khususnya dokter dan perawat di ruang ICU.
Ucapan terima kasih diberikan atas perawatan, pendampingan, perhatian, serta dukungan yang diberikan selama pasien menjalani perawatan.
Bagi keluarga, keberadaan tim medis yang mendampingi selama masa kritis menjadi bagian penting dari perjalanan pasien hingga akhirnya dapat melanjutkan perawatan di Jepang.
Melanjutkan Perawatan dengan MedEvac
Setelah kondisi pasien dinilai memungkinkan untuk melanjutkan perawatan di negara asal, proses pemindahan dilakukan dengan melibatkan Medical Evacuation (MedEvac).
Tim kesehatan tersebut mendampingi perjalanan menggunakan pesawat Aircraft Learjet 60. Pasien terlebih dahulu diarahkan menuju Bandara Juanda Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang.
Pemindahan pasien seperti ini membutuhkan koordinasi agar kondisi pasien tetap terpantau selama perjalanan.
RSUD Blambangan memastikan proses tersebut dilakukan dengan koordinasi yang baik bersama keluarga dan pihak terkait.
Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, mengatakan pemindahan pasien untuk melanjutkan perawatan ke Jepang merupakan bagian dari kesinambungan pelayanan kesehatan.
Menurut dia, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pasien tetap memperoleh perawatan sesuai kebutuhannya, meski tahap selanjutnya dilakukan di negara asal.
Bukti Layanan RSUD Blambangan Bisa Tangani Pasien Mancanegara
Perawatan pasien asal Jepang tersebut juga menjadi pengalaman penting bagi RSUD Blambangan dalam memberikan pelayanan kepada pasien dari mancanegara.
Pelayanan kesehatan yang diberikan selama 34 hari menunjukkan peran rumah sakit daerah tidak hanya sebatas melayani pasien dari wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
RSUD Blambangan juga dituntut mampu memberikan pelayanan secara profesional ketika menghadapi pasien dari luar negeri dengan kebutuhan perawatan intensif.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus ditingkatkan, termasuk ketika rumah sakit menangani pasien dari mancanegara.
Bagi RSUD Blambangan, kepercayaan keluarga pasien asal Jepang menjadi bagian dari perjalanan pelayanan yang tidak berhenti ketika pasien meninggalkan rumah sakit.
Justru, proses pemindahan menuju Jepang menjadi tahap lanjutan dari perjalanan tersebut.
“Setiap perjalanan menuju pemulihan memiliki langkahnya masing-masing. Hari ini adalah awal dari langkah berikutnya, yang kami iringi dengan doa dan harapan terbaik.”
Keluarga dan jajaran RSUD Blambangan berharap perjalanan menuju Jepang berlangsung lancar dan aman. Perawatan lanjutan di negara asal juga diharapkan membawa perkembangan positif hingga pasien dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
Kisah pasien Jepang yang menjalani perawatan selama 34 hari di ICU RSUD Blambangan tersebut akhirnya bukan hanya tentang kepulangan seorang pasien.
Ada cerita tentang kepercayaan, profesionalisme tenaga kesehatan, kesinambungan pelayanan, dan harapan untuk pulih yang ikut terbang bersama pasien menuju Jepang. (*)
Editor : Ali Sodiqin