Dokter Ungkap Penyebab Bentol dan Gatal setelah Digigit Nyamuk, Ternyata Bukan karena Darah Manis

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:41 WIB
Bentol dan gatal setelah digigit nyamuk bukan karena darah manis. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Bentol dan gatal setelah digigit nyamuk bukan karena darah manis. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Banyak orang masih percaya bahwa nyamuk lebih sering menggigit orang yang memiliki "darah manis". Padahal, menurut penjelasan medis, bentol merah dan rasa gatal yang muncul setelah digigit nyamuk bukan disebabkan oleh jenis darah, melainkan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terkandung dalam air liur nyamuk.

Reaksi tersebut sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika mendeteksi zat asing yang masuk ke dalam kulit. Itulah sebabnya hampir setiap orang akan mengalami bentol dan rasa gatal, meski tingkat keparahannya bisa berbeda-beda.

Istilah "darah manis" telah lama berkembang di masyarakat sebagai penyebab seseorang lebih sering digigit nyamuk. Namun, hingga kini belum ada bukti medis yang menyatakan bahwa darah manis menjadi penyebab munculnya bentol maupun rasa gatal.

Saat menggigit, nyamuk betina tidak sekadar mengisap darah. Serangga tersebut lebih dahulu menyuntikkan air liur yang mengandung protein khusus dan zat antikoagulan agar darah tidak cepat membeku selama proses mengisap.

Dokter Halodoc, dr. Fadhli Rizal Makarim, menjelaskan bahwa protein di dalam air liur nyamuk itulah yang memicu reaksi sistem kekebalan tubuh.

"Saat nyamuk menyuntikkan air liurnya, sistem kekebalan tubuh mendeteksi protein tersebut sebagai ancaman dan meresponsnya dengan melepaskan histamin. Reaksi kimia inilah yang memicu pembuluh darah di sekitar gigitan melebar, timbul bentol, dan mengirim sinyal rasa gatal ke otak," jelasnya.

Histamin merupakan zat kimia yang dilepaskan tubuh sebagai bagian dari respons imun terhadap benda asing.

Ketika histamin dilepaskan, pembuluh darah di sekitar area gigitan akan melebar sehingga cairan lebih mudah keluar ke jaringan kulit. Akibatnya muncul bentol berwarna kemerahan yang disertai rasa gatal.

Semakin kuat respons imun seseorang terhadap protein dalam air liur nyamuk, semakin besar pula kemungkinan bentol dan rasa gatal yang dirasakan.

Tidak semua orang mengalami reaksi yang sama setelah digigit nyamuk. Ada yang hanya mengalami bentol kecil selama beberapa menit, tetapi ada pula yang mengalami pembengkakan cukup besar hingga bertahan beberapa hari.

Dokter Alodokter, dr. Riza Marlina, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingkat sensitivitas masing-masing individu.

"Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap zat di dalam air liur nyamuk. Pada pemilik kulit sensitif atau yang mengalami reaksi hipersensitivitas, timbulnya bentol bisa membengkak jauh lebih besar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda," terangnya.

Bentol berukuran besar bukan berarti nyamuk mengisap darah lebih banyak. Sebaliknya, kondisi tersebut umumnya menunjukkan adanya reaksi alergi lokal atau hipersensitivitas terhadap protein dalam air liur nyamuk.

Anak-anak juga sering mengalami bentol yang lebih besar karena sistem kekebalan tubuh mereka masih beradaptasi terhadap paparan protein dari gigitan nyamuk.

Rasa gatal sering kali membuat seseorang refleks menggaruk area yang terkena gigitan. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah kondisi kulit.

Menggaruk terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi sekunder. Selain itu, garukan berulang juga dapat memicu hiperpigmentasi atau bekas kehitaman yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar.

Apabila area gigitan mulai mengeluarkan nanah, terasa semakin nyeri, atau kemerahannya meluas, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menandakan adanya infeksi.

Dokter menyarankan agar bentol akibat gigitan nyamuk ditangani tanpa menggaruk kulit.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Jika bentol semakin membesar atau muncul reaksi alergi berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebagian besar gigitan nyamuk akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila muncul gejala seperti:

Gejala tersebut memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Selain mengatasi bentol, masyarakat juga perlu mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dari risiko penyakit yang ditularkan melalui serangga tersebut.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi:

Pencegahan menjadi langkah penting karena beberapa jenis nyamuk dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, hingga malaria.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Halodoc, Alodokter
penyebab bentol gigitan nyamuk