RADAR BANYUWANGI - Istilah cutting sugar atau diet gula semakin populer di tengah masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat. Sayangnya, masih banyak yang menganggap pola makan ini berarti menghentikan konsumsi gula sepenuhnya. Padahal, pemahaman tersebut kurang tepat.
Pada dasarnya, cutting sugar adalah upaya membatasi konsumsi gula tambahan (added sugar), bukan menghilangkan seluruh sumber gula dari makanan sehari-hari. Tubuh tetap membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk menjalankan berbagai fungsi organ dan mendukung aktivitas harian.
Mengurangi gula tambahan dinilai memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Alodokter, kebiasaan tersebut dapat membantu menurunkan berat badan, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mengurangi risiko diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam, pembatasan konsumsi gula tambahan juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Asupan gula yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat sekaligus memperlambat proses penuaan dini.
Praktisi kesehatan, dr. Rehan (32), menjelaskan bahwa fokus utama cutting sugar adalah mengurangi konsumsi gula tambahan yang banyak ditemukan pada minuman kemasan manis, minuman boba, maupun aneka camilan dengan kadar gula tinggi.
"Cutting sugar itu fokus utamanya mengurangi gula tambahan seperti yang ada di minuman manis kemasan, boba, atau camilan manis buatan. Bukan berarti kita tidak boleh makan buah atau karbohidrat sama sekali. Tubuh kita tetap butuh glukosa sebagai bahan bakar utama untuk beraktivitas," ujarnya.
Karena itu, masyarakat tidak perlu menghindari seluruh makanan yang mengandung gula alami. Buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat kompleks tetap menjadi bagian penting dari pola makan seimbang karena mengandung glukosa alami yang dibutuhkan tubuh.
Sebaliknya, menghentikan konsumsi gula secara ekstrem hingga nol justru dapat menimbulkan dampak negatif. Mengutip informasi dari Halodoc, tubuh yang tidak memperoleh pasokan glukosa berisiko mengalami gangguan fungsi organ akibat kekurangan sumber energi.
Kondisi tersebut dapat memicu hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Gejalanya meliputi tubuh terasa sangat lemas, pusing, sulit berkonsentrasi (brain fog), hingga perubahan suasana hati (mood swings) yang terjadi secara drastis.
Oleh sebab itu, kunci utama dalam menerapkan cutting sugar bukanlah menghilangkan gula sepenuhnya, melainkan memilih sumber gula yang lebih sehat. Mengurangi konsumsi gula tambahan dan menggantinya dengan gula alami dari buah-buahan serta karbohidrat kompleks menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Alodokter