RADAR BANYUWANGI – Masih banyak masyarakat yang menganggap vitiligo sebagai penyakit kutukan atau bahkan penyakit menular. Padahal, secara medis anggapan tersebut tidak benar. Untuk meluruskan stigma sekaligus meningkatkan layanan kesehatan kulit, RSUD Genteng Banyuwangi menghadirkan Phototherapy UV 308 dengan Excimer Filter, teknologi terapi yang membantu penanganan vitiligo secara lebih modern.
Layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan dermatologi di RSUD Genteng, sekaligus memberikan harapan bagi penderita vitiligo agar memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus dibayangi stigma di tengah masyarakat.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Genteng, dr. Riezky Januar Paramitha, M.Ked.Klin., Sp.D.V.E., menjelaskan bahwa vitiligo merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan sel penghasil pigmen kulit (melanosit) berhenti berfungsi atau mengalami kerusakan.
Akibatnya, muncul bercak-bercak putih pada berbagai bagian tubuh karena kulit kehilangan pigmen melanin.
"Vitiligo sama sekali bukan penyakit kutukan dan bukan penyakit menular. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan sistem imun tubuh yang menyerang sel-sel penghasil pigmen kulit. Karena itu, penderita vitiligo tidak perlu merasa malu maupun dikucilkan," jelasnya.
Menurut dr. Riezky, vitiligo dapat dialami siapa saja tanpa memandang jenis kelamin maupun usia. Meski umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, perubahan warna kulit yang tampak jelas sering kali berdampak pada kondisi psikologis penderita, mulai dari berkurangnya rasa percaya diri hingga tekanan akibat stigma sosial.
Sebagai solusi penanganan, RSUD Genteng kini menyediakan layanan Phototherapy UV 308 dengan Excimer Filter. Terapi ini memanfaatkan sinar ultraviolet yang diarahkan secara spesifik ke area kulit yang mengalami kehilangan pigmen.
Tujuannya adalah merangsang kembali aktivitas sel kulit agar mampu memproduksi melanin sehingga proses repigmentasi atau kembalinya warna kulit dapat berlangsung secara bertahap.
"Terapi dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien dan tetap berada di bawah pengawasan dokter. Dengan terapi rutin serta evaluasi berkala, perkembangan kondisi kulit pasien dapat terus dipantau," tambahnya.
Teknologi tersebut melengkapi layanan kesehatan kulit di RSUD Genteng sehingga masyarakat Banyuwangi tidak perlu pergi ke luar daerah untuk mendapatkan terapi vitiligo yang sesuai indikasi medis.
Selain menghadirkan layanan terapi, RSUD Genteng juga mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penderita vitiligo. Rumah sakit menegaskan bahwa vitiligo bukan penyakit menular dan bukan akibat kutukan, melainkan kondisi medis yang dapat ditangani melalui pemeriksaan serta terapi yang tepat.
Masyarakat yang mendapati munculnya bercak putih pada kulit atau mengalami perubahan warna kulit secara bertahap disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan sedini mungkin. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin