RADAR BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi kembali menunjukkan kapasitasnya dalam menangani kasus medis berisiko tinggi. Tim dokter rumah sakit milik pemerintah daerah itu berhasil menangani persalinan bayi kembar tiga (triplet) melalui operasi caesar, sehingga ibu dan ketiga bayi perempuan yang dilahirkan dapat diselamatkan dalam kondisi stabil.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapan RSUD Blambangan dalam memberikan pelayanan obstetri komprehensif bagi kehamilan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Penanganan dilakukan oleh tim multidisiplin yang melibatkan berbagai tenaga medis untuk memastikan keselamatan ibu maupun bayi sejak proses persalinan hingga perawatan pascamelahirkan.
Pasien merupakan seorang ibu berusia 25 tahun yang menjalani kehamilan anak kedua. Pada persalinan tersebut, ia melahirkan tiga bayi perempuan melalui tindakan sectio caesarea (SC) setelah menjalani pemantauan intensif sesuai standar penanganan kehamilan risiko tinggi.
Operasi dipimpin Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. M. Nasir, Sp.OG (K), bersama tim yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter anestesi, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.
Kolaborasi lintas disiplin menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan persalinan berlangsung aman, mulai dari tindakan operasi hingga penanganan bayi setelah lahir.
Kehamilan triplet termasuk kategori kehamilan risiko tinggi karena memiliki peluang lebih besar mengalami komplikasi, baik bagi ibu maupun janin. Karena itu, proses persalinan memerlukan pemantauan ketat, kesiapan fasilitas kesehatan, serta koordinasi tim medis yang optimal.
Hingga Senin (3/8), ibu bersama ketiga bayi perempuan tersebut masih menjalani perawatan dan observasi di RSUD Blambangan. Kondisi seluruh pasien dilaporkan stabil dan terus dipantau oleh tim medis hingga dinyatakan siap pulang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, mengatakan keberhasilan penanganan ini mencerminkan kesiapan rumah sakit dalam menghadapi berbagai kasus obstetri dengan tingkat kesulitan tinggi.
Menurutnya, RSUD Blambangan terus meningkatkan mutu pelayanan melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas medis yang memadai, serta penerapan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
"Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan RSUD Blambangan Banyuwangi dalam menangani kasus-kasus obstetri dengan tingkat kompleksitas tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang terus diperkuat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menghadirkan layanan kesehatan rujukan yang berkualitas di daerah.
Dengan penguatan sumber daya manusia dan sarana pelayanan kesehatan, masyarakat diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan kasus-kasus medis kompleks, termasuk kehamilan risiko tinggi dan persalinan dengan komplikasi. (*)
Editor : Ali Sodiqin