RADAR BANYUWANGI – Nyeri pinggang sering dianggap keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika muncul berulang, menjalar hingga ke kaki, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan yang memerlukan penanganan medis. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjalani fisioterapi agar penyebab nyeri ditangani secara tepat, bukan sekadar meredakan gejalanya.
Melalui Unit Rehabilitasi Medik, RSU Bhakti Husada Krikilan, Glenmore, Banyuwangi menghadirkan layanan fisioterapi untuk membantu pasien mengurangi nyeri, memulihkan fungsi gerak, serta meningkatkan kualitas hidup. Layanan ini didukung fisioterapis profesional dengan pendekatan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Nyeri pinggang dapat dialami berbagai kalangan, mulai pekerja yang sering mengangkat beban berat, pegawai kantoran yang duduk terlalu lama, ibu rumah tangga, hingga lanjut usia. Tanpa penanganan yang tepat, keluhan tersebut berpotensi membatasi mobilitas dan mengganggu produktivitas.
Dalam layanan fisioterapi, setiap pasien akan menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama keluhan. Evaluasi dilakukan terhadap fungsi gerak, kekuatan otot, kelenturan, hingga postur tubuh sebelum program terapi ditentukan.
Program terapi kemudian dirancang untuk mengurangi rasa nyeri, meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot penyangga tulang belakang, serta membantu pasien kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.
Supervisor Unit Fisioterapi RSU Bhakti Husada, Agil Indra Permana, S.Fis., mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik.
"Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat dan mempercepat proses pemulihan," ujarnya.
Menurut Agil, masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi apabila nyeri berlangsung selama beberapa hari tanpa perbaikan, menjalar hingga ke tungkai, menyebabkan kesulitan berdiri atau berjalan, maupun sering kambuh.
Selain menjalani terapi, ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah nyeri pinggang kembali muncul. Di antaranya menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, menghindari duduk terlalu lama, serta memperhatikan posisi tubuh saat bekerja maupun ketika mengangkat beban.
RSU Bhakti Husada membuka layanan fisioterapi BPJS setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Sementara layanan non-BPJS tersedia setiap Senin sampai Sabtu pukul 07.30–16.00 WIB.
Dengan dukungan tenaga profesional dan program terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, layanan fisioterapi RSU Bhakti Husada diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi nyeri pinggang secara optimal sehingga dapat kembali beraktivitas dengan nyaman. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin