Tingkatkan Kompetensi Nakes, RSI Fatimah Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Instruktur mempraktikkan penanganan henti jantung dan henti napas pada kegiatan in house training BHD di RSI Fatimah Banyuwangi. (Istimewa)
Instruktur mempraktikkan penanganan henti jantung dan henti napas pada kegiatan in house training BHD di RSI Fatimah Banyuwangi. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Kecepatan dan ketepatan tindakan pada menit-menit pertama saat seseorang mengalami henti jantung atau henti napas sering kali menjadi penentu keselamatan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi menggelar In House Training Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (1/8) hingga Selasa (4/8), digelar di Aula RSI Fatimah Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti tenaga kesehatan terpilih sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menyiapkan regenerasi instruktur BHD di lingkungan rumah sakit.

Seluruh sesi pelatihan dipandu oleh instruktur Bantuan Hidup Dasar dari internal RSI Fatimah yang telah memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kegawatdaruratan.

Peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik mengenai penanganan henti jantung dan henti napas. Materi meliputi pengenalan kondisi gawat darurat, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga penggunaan berbagai alat penunjang sesuai standar pelayanan kegawatdaruratan.

Direktur RSI Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, Sp.An-TI, mengatakan pelatihan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien sekaligus menyiapkan regenerasi tenaga instruktur.

"Yang pertama adalah meningkatkan kualitas SDM demi memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Yang kedua adalah regenerasi, sehingga RSI Fatimah memiliki lebih banyak tenaga yang kompeten untuk menjadi instruktur Bantuan Hidup Dasar di masa mendatang," ujarnya.

Menurutnya, regenerasi instruktur menjadi langkah strategis karena permintaan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dari berbagai instansi, lembaga, maupun masyarakat umum terus meningkat.

Kemampuan memberikan Bantuan Hidup Dasar tidak hanya penting bagi tenaga kesehatan. Pengetahuan tersebut juga dibutuhkan masyarakat karena tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan.

Melalui pelatihan ini, RSI Fatimah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan sesuai standar keselamatan pasien.

Dengan semakin banyak tenaga kesehatan yang menguasai Bantuan Hidup Dasar, rumah sakit berharap kualitas penanganan kasus kegawatdaruratan terus meningkat sekaligus memperluas edukasi penyelamatan nyawa kepada masyarakat melalui program-program pelatihan di masa mendatang. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Bantuan Hidup Dasar pelatihan BHD rsi fatimah kegawatdaruratan Tenaga Kesehatan