RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari dan tingginya paparan layar gawai, semakin banyak orang dewasa mencari cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Salah satu aktivitas yang kini kembali diminati adalah mewarnai.
Jika dahulu identik dengan kegiatan anak-anak, mewarnai kini berkembang menjadi bagian dari tren self-care. Aktivitas ini tidak lagi sekadar mengisi waktu luang atau bernostalgia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana relaksasi yang membantu meredakan tekanan psikologis.
Pekerja Sosial Klinis Berlisensi bidang Psikiatri dan Psikologi dari Mayo Clinic Health System, Joel Bobby, LICSW, menjelaskan bahwa mewarnai mampu mengalihkan perhatian seseorang dari tekanan yang sedang dirasakan.
"Mewarnai membutuhkan tingkat perhatian sedang yang terfokus di luar kesadaran diri. Ini adalah aktivitas sederhana yang dapat mengalihkan pikiran dari diri Anda sendiri dan membawa Anda fokus pada momen saat ini," ujarnya.
Berdasarkan ulasan kesehatan Mayo Clinic Health System, terdapat sejumlah mekanisme yang membuat aktivitas mewarnai bermanfaat bagi kesehatan mental orang dewasa.
Pertama, mewarnai membantu memutus siklus overthinking melalui pendekatan mindfulness. Saat seseorang memilih warna dan mengisi pola gambar, perhatian akan terpusat pada aktivitas yang sedang dilakukan. Kondisi ini memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat sejenak dari kecemasan, pikiran berlebihan, maupun kenangan negatif yang memicu stres.
Selain itu, aktivitas tersebut juga memberikan efek menenangkan terhadap respons stres tubuh. Mewarnai membantu merelaksasi amygdala, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengatur respons terhadap rasa takut dan kekhawatiran. Ketika bagian ini lebih rileks, tubuh ikut merespons secara positif.
Dampaknya antara lain tingkat kecemasan berkurang, rasa lelah menurun, pola pernapasan menjadi lebih teratur, hingga kualitas tidur berpotensi meningkat apabila dilakukan secara rutin sebagai bagian dari aktivitas relaksasi.
Tak hanya itu, mewarnai juga menghadirkan ruang yang bebas dari tuntutan kesempurnaan. Berbeda dengan pekerjaan atau aktivitas harian yang penuh target dan penilaian, kegiatan ini tidak memiliki aturan baku mengenai hasil akhir.
Tidak ada benar atau salah dalam memilih warna maupun menyelesaikan gambar. Kondisi tersebut membantu seseorang belajar menikmati proses tanpa merasa tertekan oleh ekspektasi, sekaligus melatih penerimaan terhadap ketidaksempurnaan.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba aktivitas ini, tidak diperlukan perlengkapan yang rumit. Buku mewarnai khusus dewasa dengan motif mandala, pemandangan, atau ilustrasi lain dapat menjadi pilihan awal.
Peralatan sederhana seperti pensil warna, krayon, maupun spidol gel sudah cukup digunakan. Agar manfaat relaksasi lebih optimal, disarankan mematikan atau menjauhkan ponsel dan televisi selama mewarnai sehingga proses digital detox dapat berlangsung lebih maksimal.
Editor : Lugas Rumpakaadi