RADARBANYUWANGI.ID - Air mineral merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain berfungsi menjaga tubuh tetap terhidrasi, kualitas air minum juga perlu diperhatikan, termasuk tingkat keasaman atau kebasaan (pH) yang dimilikinya.
Banyak masyarakat memilih air minum hanya berdasarkan rasa atau kemasan. Padahal, kadar pH menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan air aman dan nyaman dikonsumsi setiap hari.
Secara umum, pH diukur menggunakan skala 0 hingga 14. Nilai pH 7 menunjukkan kondisi netral. Air dengan pH di bawah angka tersebut bersifat asam, sedangkan pH di atas 7 tergolong basa atau alkali.
Mengacu pada informasi yang dikutip dari Halodoc, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merekomendasikan air minum dengan rentang pH 6,5 hingga 8,5. Kisaran tersebut dinilai aman dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan hidrasi harian.
Di pasaran, masyarakat dapat menjumpai beberapa jenis air minum dengan karakteristik pH yang berbeda sesuai sumber maupun proses pengolahannya.
Air mineral biasa umumnya memiliki pH sekitar 6,0 hingga 8,5. Jenis air ini mengandung mineral alami, seperti kalsium dan magnesium, yang dibutuhkan tubuh sehingga menjadi pilihan yang umum dikonsumsi setiap hari.
Sementara itu, air alkali memiliki pH di atas 8,5 bahkan dapat mencapai sekitar 9,97. Air ini umumnya diperoleh melalui proses ionisasi yang meningkatkan tingkat kebasaannya.
Adapun air demineral merupakan air yang kandungan mineral alaminya telah dihilangkan melalui proses tertentu. Jenis air ini memiliki pH berkisar 5,0 hingga 7,5 sehingga cenderung lebih asam atau mendekati netral.
Belakangan, air alkali banyak dipromosikan dengan berbagai klaim manfaat kesehatan, salah satunya membantu menetralkan asam lambung. Namun, hingga kini manfaat kesehatan jangka panjang dari konsumsi air dengan pH tinggi masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Selain itu, konsumsi air dengan kadar pH terlalu tinggi dalam jumlah besar juga tidak dianjurkan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Halodoc, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan sebagai salah satu efek samping yang mungkin terjadi.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap mengutamakan konsumsi air mineral biasa dengan kadar pH seimbang, yakni antara 6,5 hingga 8,5. Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, pilihan tersebut juga dinilai lebih aman untuk menjaga hidrasi optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Memastikan air minum berasal dari sumber yang berkualitas dan memenuhi standar keamanan juga menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Halodoc