RADAR BANYUWANGI — Telinga berdenging, hidung tersumbat yang tak kunjung reda, atau mimisan yang berulang kerap dianggap sebagai gangguan THT biasa. Padahal, jika keluhan tersebut menetap atau semakin sering terjadi, masyarakat diminta tidak mengabaikannya. Gejala tersebut dalam kondisi tertentu dapat menjadi tanda awal kanker nasofaring.
Peringatan itu disampaikan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT BKL) IHC RSU Bhakti Husada, dr Idama Asido Rohana Simanjuntak Sp THT BKL, dalam kegiatan edukasi kesehatan melalui program live talk yang digelar IHC RSU Bhakti Husada, Krikilan, Glenmore, Banyuwangi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit. Melalui edukasi yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, masyarakat diajak lebih peka terhadap gejala kesehatan yang selama ini kerap dianggap sepele.
Dalam pemaparannya, dr Idama mengangkat materi bertajuk "Telinga Berdenging, Hidung Buntu dan Mimisan Berulang, Waspadai Kanker Nasofaring".
Ia menjelaskan, kanker nasofaring merupakan kanker yang berkembang di bagian belakang rongga hidung. Penyakit tersebut sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya dapat menyerupai gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan yang umum dialami masyarakat.
Karena itu, keluhan yang berlangsung lama atau muncul berulang perlu mendapatkan perhatian lebih.
"Kanker nasofaring sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya menyerupai gangguan THT biasa. Oleh sebab itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila mengalami keluhan yang menetap atau semakin sering muncul, terlebih jika disertai benjolan di leher, gangguan pendengaran pada salah satu telinga, atau penurunan kondisi kesehatan secara umum," jelas dr Idama.
Gejala Jangan Dianggap Sepele
Edukasi tersebut menekankan pentingnya masyarakat mengenali perubahan kondisi tubuh. Telinga berdenging atau tinnitus, hidung tersumbat berkepanjangan, dan mimisan yang terjadi berulang merupakan beberapa keluhan yang perlu diperhatikan apabila tidak kunjung membaik.
Terlebih jika keluhan tersebut disertai gejala lain, seperti munculnya benjolan di leher atau gangguan pendengaran yang terjadi pada salah satu telinga.
Masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap keluhan tersebut merupakan kanker nasofaring. Namun, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab secara pasti, terutama apabila gejala menetap, semakin sering muncul, atau disertai tanda lain yang mengkhawatirkan.
Deteksi lebih dini menjadi penting karena pemeriksaan dapat membantu dokter menemukan penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Melalui edukasi kesehatan, masyarakat juga diharapkan tidak menunda pemeriksaan hanya karena menganggap gejala yang dialami sebagai gangguan THT ringan.
RSU Bhakti Husada Perkuat Edukasi Preventif
Chief Marketing RSU Bhakti Husada, Ns Feni Dwi Astuti SKep, mengatakan pihaknya terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif atau pengobatan.
Menurutnya, upaya promotif dan preventif juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Karena itu, edukasi kesehatan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai penyakit dan memahami kapan harus segera mendapatkan pemeriksaan medis.
"RSU Bhakti Husada terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif," ujarnya.
Melalui program edukasi tersebut, IHC RSU Bhakti Husada kembali menegaskan posisinya sebagai mitra pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Pendekatan edukatif diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan, mengenali gejala penyakit sejak dini, serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis ketika mengalami keluhan yang menetap.
Layanan Poliklinik THT
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan pada telinga, hidung, dan tenggorokan, konsultasi dapat dilakukan di Poliklinik THT IHC RSU Bhakti Husada.
Pelayanan dokter spesialis THT tersedia bersama dr Idama Asido Rohana Simanjuntak Sp THT BKL pada Senin-Jumat pukul 15.30-17.30 WIB. Sementara dr Agung IDI Sp THT KL melayani pada Selasa-Rabu pukul 12.00-13.00 WIB.
Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat diperoleh melalui customer care RSU Bhakti Husada di nomor 081243843100.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan melalui edukasi kesehatan tersebut cukup jelas: keluhan THT yang menetap dan berulang tidak seharusnya selalu dianggap sebagai gangguan biasa.
Mengenali gejala, meningkatkan kewaspadaan, dan melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab keluhan secara tepat. Sebab, semakin cepat suatu penyakit terdeteksi, semakin cepat pula langkah penanganan dapat ditentukan. (*)
Editor : Ali Sodiqin