RADAR BANYUWANGI — Hidung tersumbat terus-menerus bukan sekadar gangguan kecil yang bisa diabaikan. Jika keluhan berlangsung lama, disertai penciuman menurun, nyeri wajah, hingga infeksi sinus berulang, polip hidung bisa menjadi salah satu penyebabnya. Ketika pengobatan tidak lagi memberikan hasil optimal, operasi polip dengan teknik endoskopi menjadi salah satu pilihan penanganan efektif untuk membuka kembali saluran pernapasan.
Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan lunak pada lapisan rongga hidung atau sinus yang umumnya dipicu peradangan kronis. Jaringan tersebut dapat berkembang secara perlahan dan semakin membesar hingga menghambat aliran udara.
Akibatnya, pasien dapat mengalami hidung tersumbat berkepanjangan, gangguan penciuman, infeksi sinus yang berulang, hingga kesulitan bernapas.
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) RSUD Genteng, dr Idama Asido Rohana Simanjuntak Sp THT BKL, menjelaskan operasi polip hidung dilakukan menggunakan teknik endoskopi hidung.
Teknik tersebut merupakan prosedur minimal invasif yang memanfaatkan alat berbentuk tabung tipis berkamera. Alat itu dimasukkan melalui lubang hidung untuk membantu dokter melihat kondisi rongga hidung secara lebih jelas.
Dengan bantuan kamera endoskop, dokter dapat mengidentifikasi jaringan polip sekaligus mengangkatnya dengan lebih presisi.
"Operasi polip hidung dilakukan dengan bantuan endoskop sehingga dokter dapat melihat kondisi rongga hidung secara lebih jelas dan mengangkat jaringan polip dengan lebih presisi. Karena tidak memerlukan sayatan pada bagian luar wajah, pasien umumnya mengalami proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional," jelas dr Idama.
Bukan Sekadar untuk Operasi
Endoskopi hidung tidak hanya digunakan dalam tindakan operasi polip. Teknologi tersebut juga memiliki peran penting dalam membantu dokter menegakkan diagnosis berbagai gangguan pada hidung dan sinus.
Melalui pemeriksaan endoskopi, dokter dapat melihat kondisi rongga hidung secara langsung dan lebih detail. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter mengidentifikasi pembengkakan jaringan, sumber perdarahan, penyumbatan, maupun kelainan lain yang sulit terlihat melalui pemeriksaan biasa.
Menurut dr Idama, pemeriksaan endoskopi dapat membantu diagnosis berbagai gangguan, mulai dari rhinosinusitis, mimisan berulang, tumor hidung, gangguan penciuman, hingga penyumbatan saluran hidung.
"Endoskopi hidung membantu kami mendiagnosis berbagai kondisi seperti rhinosinusitis, mimisan berulang, tumor hidung, gangguan penciuman, hingga penyumbatan saluran hidung. Dengan pemeriksaan yang lebih detail, penanganan yang diberikan juga menjadi lebih tepat sasaran," tambahnya.
Keberadaan teknologi tersebut membuat dokter dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi pasien. Dengan demikian, pilihan terapi dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan yang dialami.
Jangan Anggap Remeh Hidung Tersumbat
Keluhan hidung tersumbat yang berlangsung lama sering kali dianggap sebagai masalah ringan. Padahal, jika tidak kunjung membaik, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan hidung tersumbat berkepanjangan, terutama apabila disertai penurunan kemampuan mencium, nyeri pada wajah, atau infeksi sinus yang berulang.
Pemeriksaan lebih awal ke dokter spesialis THT dapat membantu menemukan penyebab keluhan secara tepat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah pasien cukup mendapatkan terapi obat atau membutuhkan tindakan lebih lanjut, termasuk operasi.
Bagi pasien dengan polip hidung yang memerlukan tindakan operatif, teknik endoskopi menjadi salah satu pilihan penanganan yang menawarkan keunggulan berupa minim sayatan pada bagian luar wajah.
Dengan dukungan teknologi endoskopi, tindakan operasi polip hidung dapat dilakukan secara lebih terarah dan presisi. Tujuan utamanya adalah mengangkat jaringan polip yang menghambat saluran napas sekaligus membantu mengurangi keluhan pasien.
Namun, penanganan polip hidung tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT menjadi langkah penting untuk menentukan terapi yang paling tepat.
Pada akhirnya, hidung tersumbat yang terus berulang tidak seharusnya dianggap sebagai keluhan biasa. Mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan pemeriksaan yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. (*)
Editor : Ali Sodiqin