Mengigau setelah Operasi Bukan Selalu Tanda Bahaya, Ini Penjelasan Dokter

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:15 WIB
Pasien dapat mengalami mengigau saat tidur setelah operasi akibat efek anestesi maupun faktor medis lain. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Pasien dapat mengalami mengigau saat tidur setelah operasi akibat efek anestesi maupun faktor medis lain. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Masa pemulihan setelah menjalani operasi tidak hanya ditandai dengan proses penyembuhan luka, tetapi juga dapat disertai sejumlah perubahan kondisi tubuh. Salah satu yang kerap membuat keluarga maupun kerabat pasien terkejut adalah kebiasaan mengigau atau meracau saat tidur.

Fenomena tersebut sering memunculkan kepanikan karena pasien mendadak berbicara tidak jelas ketika sedang tertidur lelap. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi tersebut merupakan salah satu efek yang dapat muncul setelah tindakan operasi dengan pembiusan total atau anestesi umum.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Sayu, 18, saat mendampingi temannya menjalani masa pemulihan pasca operasi. Ia mengaku sempat panik ketika melihat temannya berbicara tidak jelas saat tidur.

"Dulu pas awal nemenin dia abis operasi tuh kaget banget, tiba-tiba dia ngigo ngeracau random banget pas tidur. Awalnya udah panik takut dia kenapa-napa, tapi pas denger ocehannya yang enggak nyambung, asli enggak kuat nahan tawa. Kasihan sih sebenarnya, tapi memang lucu," ujarnya.

Berdasarkan penjelasan dr. Danny dalam konsultasi medis di Alodokter, pasien yang menjalani operasi besar dengan anestesi total memang berpotensi mengalami beberapa efek pasca operasi, salah satunya mengigau saat tidur.

Kondisi tersebut umumnya muncul beberapa hari setelah operasi. Risiko mengalaminya juga cenderung lebih tinggi pada pasien lanjut usia dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.

Secara umum, mengigau akibat efek sisa anestesi bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Keluhan tersebut biasanya akan berangsur membaik dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Lama pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti durasi operasi yang dijalani maupun teknik anestesi yang digunakan selama tindakan medis.

Meski demikian, mengigau pasca operasi tidak selalu disebabkan oleh efek anestesi. Menurut dr. Danny, terdapat sejumlah kondisi medis lain yang juga dapat memicu munculnya gejala tersebut.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan pasien mengigau setelah operasi meliputi gangguan psikis, menurunnya saturasi oksigen dalam darah, serta gangguan keseimbangan elektrolit.

Karena itu, keluarga maupun kerabat yang mendampingi pasien disarankan tetap memantau perkembangan kondisinya selama masa pemulihan.

Apabila kebiasaan mengigau tidak menunjukkan perbaikan hingga satu minggu setelah operasi, pasien sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar penyebabnya dapat dievaluasi dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Selain melakukan kontrol sesuai jadwal, pasien juga dianjurkan membatasi konsumsi kopi selama masa pemulihan dan tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran tenaga medis. Langkah tersebut penting untuk mendukung proses penyembuhan sekaligus mencegah timbulnya komplikasi yang tidak diinginkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Alodokter
mengigau setelah operasi efek anestesi