Teknologi Baru di NICU RSUD Blambangan, Deteksi Dini Kondisi Bayi Kritis Lebih Cepat

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:00 WIB
TEKNOLOGI CANGGIH: Petugas medis RSUD Blambangan melakukan pemantauan terhadap bayi prematur monitoring hemodinamik non-invasif. (Putri RSUD Blambangan)
TEKNOLOGI CANGGIH: Petugas medis RSUD Blambangan melakukan pemantauan terhadap bayi prematur monitoring hemodinamik non-invasif. (Putri RSUD Blambangan)

RADAR BANYUWANGI – RSUD Blambangan terus memperkuat layanan kesehatan neonatal dengan menghadirkan alat monitoring hemodinamik non-invasif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Teknologi terbaru tersebut mulai digunakan untuk meningkatkan keselamatan bayi prematur maupun bayi baru lahir dengan kondisi kritis yang membutuhkan pemantauan intensif selama menjalani perawatan.

Pengadaan perangkat ini menjadi bagian dari pengembangan fasilitas medis rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin modern, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan teknologi electrical cardiometry, tenaga medis kini dapat memantau fungsi jantung dan sirkulasi darah bayi secara berkelanjutan tanpa harus melakukan tindakan invasif yang berisiko menimbulkan komplikasi.

Berbeda dengan metode konvensional, monitoring hemodinamik non-invasif mampu menyajikan data fisiologis penting secara real time. Mulai dari curah jantung (cardiac output), volume sekuncup (stroke volume), frekuensi denyut jantung, status cairan tubuh, kontraktilitas jantung, hingga berbagai parameter hemodinamik lainnya yang menjadi dasar dalam menentukan terapi yang paling tepat bagi pasien.

Data yang diperoleh secara cepat dan akurat memungkinkan dokter dan perawat NICU mengevaluasi kondisi bayi secara lebih komprehensif. Jika terjadi perubahan kondisi, intervensi medis dapat dilakukan lebih dini sehingga peluang keberhasilan penanganan pasien semakin besar.

Penanggung Jawab NICU RSUD Blambangan, dr. Kasih Widhi Astuti, Sp.A., M.BioMed, mengatakan setiap tindakan medis pada bayi kritis harus didasarkan pada data fisiologis yang objektif.

"Monitoring hemodinamik memberikan gambaran kondisi sirkulasi darah secara berkelanjutan sehingga kami dapat mendeteksi perubahan kondisi lebih dini dan segera melakukan intervensi yang diperlukan," ujarnya.

Menurutnya, teknologi tersebut membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan klinis secara lebih cepat dan tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.

Hal senada disampaikan Kepala Ruang NICU RSUD Blambangan, Marini, S.Kep., Ns. Menurutnya, pengadaan alat monitoring hemodinamik non-invasif merupakan bagian dari transformasi pelayanan neonatal agar semakin modern, aman, dan mengutamakan keselamatan bayi yang menjalani perawatan intensif.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Blambangan dr. Asiyah menegaskan bahwa rumah sakit terus berkomitmen menghadirkan fasilitas kesehatan berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat Banyuwangi.

"Dengan monitoring hemodinamik non-invasif, tim medis dapat memantau kondisi bayi secara lebih akurat sehingga terapi dapat diberikan lebih cepat dan tepat sesuai kebutuhan pasien," katanya.

Ia menambahkan, penguatan fasilitas NICU juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani yang terus mendorong rumah sakit daerah dilengkapi sarana dan prasarana kesehatan modern.

Kehadiran teknologi monitoring hemodinamik non-invasif di NICU diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan neonatal, tetapi juga memperbesar peluang kesembuhan bayi prematur maupun bayi dengan kondisi kritis melalui deteksi dini dan penanganan medis yang lebih presisi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
NICU Banyuwangi Monitoring hemodinamik Electrical cardiometry rsud blambangan bayi kritis