Main HP Sambil Rebahan Sebelum Tidur, Kebiasaan yang Diam-Diam Mengancam Kesehatan

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:36 WIB
Kebiasaan bermain smartphone sambil rebahan sebelum tidur ternyata menyimpan risiko kesehatan. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Kebiasaan bermain smartphone sambil rebahan sebelum tidur ternyata menyimpan risiko kesehatan. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Bermain ponsel pintar (smartphone) sebelum tidur telah menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan, terutama di kalangan remaja dan generasi muda. Rebahan di atas kasur sembari menjelajahi media sosial, menonton video, atau membalas pesan kerap dianggap sebagai cara paling nyaman untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian.

Namun di balik rasa nyaman tersebut, kebiasaan memainkan ponsel dalam posisi berbaring ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan. Mulai dari gangguan penglihatan, sakit kepala, perubahan postur tubuh, hingga menurunnya kualitas tidur dapat muncul apabila kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus.

Salah seorang remaja, Dava, 17, mengaku baru menyadari dampak buruk kebiasaan tersebut setelah mengalaminya sendiri.

"Kupikir rebahan sambil main HP itu cara paling enak buat santai. Sekarang nyesel, karena mataku jadi gampang perih, sering pusing, dan leher rasanya kaku banget. Kalau tahu dampaknya bisa bikin sering pusing dan sampai gampang pegal begini, dari dulu pasti sudah aku kurangi," ujarnya.

Mengutip Alodokter, Gangguan pada mata menjadi keluhan yang paling sering muncul akibat penggunaan ponsel sambil tiduran. Dalam posisi berbaring, pengguna cenderung memegang ponsel lebih dekat ke wajah agar tangan tidak cepat lelah. Akibatnya, mata dipaksa bekerja lebih keras untuk memfokuskan pandangan pada layar.

Kebiasaan melihat layar dari jarak terlalu dekat berisiko meningkatkan gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh atau miopi. Risiko tersebut semakin besar apabila ponsel digunakan di ruangan dengan pencahayaan minim, misalnya saat lampu kamar dimatikan menjelang tidur. Selain itu, posisi tidur menyamping saat menatap layar juga dapat memicu mata lelah, penglihatan buram, mata merah, hingga memperbesar risiko gangguan silinder akibat fokus mata yang tidak seimbang.

Tak hanya berdampak pada penglihatan, kebiasaan bermain ponsel sambil rebahan juga dapat memicu sakit kepala bahkan migrain. Posisi mata yang terus berusaha menyesuaikan fokus dalam sudut pandang sempit membuat otot mata mengalami ketegangan.

Di sisi lain, posisi leher yang tidak ergonomis saat menopang kepala berpotensi menghambat aliran darah sehingga memunculkan nyeri yang menjalar ke kepala dan pelipis. Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila dilakukan dalam waktu lama dan berulang setiap hari.

Risiko lain yang kerap diabaikan ialah gangguan pada postur tubuh. Saat bermain ponsel dalam posisi berbaring, otot leher, bahu, punggung, hingga lengan bekerja lebih keras untuk menopang posisi tubuh dan gawai. Beban yang tidak seimbang tersebut memberi tekanan berlebih pada tulang belakang.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan itu dapat menyebabkan nyeri kronis pada leher dan punggung. Bahkan, posisi tubuh yang terus-menerus tidak ideal berpotensi memicu perubahan postur secara permanen, seperti tubuh membungkuk dan mudah mengalami pegal meski tidak melakukan aktivitas berat.

Penggunaan smartphone sebelum tidur juga berdampak langsung terhadap kualitas istirahat. Paparan cahaya biru dari layar membuat otak tetap menerima sinyal seolah masih berada dalam kondisi siang hari sehingga produksi hormon yang membantu proses tidur menjadi terganggu.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit terlelap, lebih sering terbangun pada malam hari, serta tidak merasa segar ketika bangun keesokan paginya. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta memicu rasa lelah sepanjang hari.

Selain mengganggu waktu istirahat, kebiasaan bermain ponsel di atas kasur juga dinilai berpotensi menimbulkan perilaku adiktif. Banyak orang yang awalnya hanya berniat menggunakan ponsel beberapa menit justru menghabiskan waktu berjam-jam tanpa disadari, sehingga aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga atau menyelesaikan pekerjaan, sering kali tertunda.

Secara medis, risiko terbesar dari kebiasaan ini bukan semata-mata karena posisi berbaring, melainkan kecenderungan pengguna mendekatkan layar terlalu dekat ke mata dan mempertahankan posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam waktu lama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
bermain HP sambil tiduran