Radarbanyuwangi.id - Dokter Spesialis Paru RSUD Genteng dr Mariyatul Khiptiyah Sp P mengajak pasien dan keluarga untuk memahami efusi pleura, yaitu kondisi ketika cairan menumpuk di rongga paru (lapisan tipis yang membungkus paru). Penumpukan cairan ini dapat menekan paru sehingga sulit mengembang dengan baik dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Dalam kondisi normal, rongga paru hanya berisi sedikit cairan yang membantu paru bergerak saat bernapas. Namun, jika cairan bertambah banyak, pasien dapat merasakan keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, dan cepat lelah saat beraktivitas.
“Efusi pleura bukan penyakit yang berdiri sendiri. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti infeksi paru (pneumonia, Pleuritis TB), gagal jantung, gangguan ginjal atau kanker (bisa primer dari kanker paru itu sendiri atau sekunder karena proses penyebaran kanker dari organ lain),” jelas dr. Mariyatul.
Baca Juga: Perut Membesar, Pria di Banyuwangi Dibawa ke Dukun Sebelum Dievakuasi ke RSUD Genteng
Pasien dengan penyakit kronis seperti gagal jantung, penyakit ginjal, infeksi paru atau kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami efusi pleura. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Dokter Mariyatul mengimbau pasien untuk segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas yang tidak kunjung membaik atau semakin berat. Penanganan sejak dini dapat membantu memperbaiki fungsi paru dan meningkatkan kualitas hidup.
Melalui edukasi ini, RSUD Genteng berkomitmen membantu pasien memahami kondisi kesehatannya agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan paru. (*/sgt)
Editor : Titin Wulandari