Radarbanyuwangi.id - RS Al Huda (RSAH) sukses menggelar seminar nasional dengan tema The Role of Fluid Therapy in Diarrhea atau Peran Terapi Cairan pada Diare. Seminar digelar secara hibrida pada akhir Juni lalu.
Direktur RS Al Huda dr Indiati MMRS menjelaskan, seminar dikemas secara hybrid yaitu daring melalui zoom meeting dan live streaming Youtube serta luring di Auditorium RS Al Huda. Narasumber yang dihadirkan adalah dr Ulfi Rifki Ichromy Putra Said SpA MKed Klin
Sekitar seribu orang terdaftar sebagai peserta seminar, terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) yang meliputi dokter umum, apoteker, perawat dan bidan dengan latar belakang institusi rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik mandiri, apotek. Perserta tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari beberapa kota lain, bahkan ada peserta yang berasal dari Aceh.
Baca Juga: RS Al Huda Sukses Gelar Khitan Gratis Bersama Pegadaian Cabang Genteng
“Alhamdulillah seminar berjalan lancar dan semua peserta mendapatkan 3 SKP dari Plataran Sehat Kementerian Kesehatan. Seminar ini merupakan bentuk kontribusi RS Al Huda dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujar dr Indiati.
Materi yang disampaikan tentang pentingnya pemahaman diare, strategi rehidrasi dan pemilihan cairan. Dengan mengikuti seminar ini, peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penerapan terapi cairan pada pasien diare. Selain itu, kolaborasi interprofesional antara dokter, perawat, dan apoteker dalam manajemen terapi cairan akan semakin meningkat.
Diare tetap menjadi diagnosis rawat inap terbanyak pada anak. Untuk itu, pemahaman mendalam mengenai tata laksana berbasis bukti sangat krusial untuk mencegah komplikasi.
Pastikan lima langkah tuntaskan diare (Lintas Diare) dengan minum oralit untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang, konsumsi zinc sesuai dosis, teruskan ASI dan makanan, antibiotik selektif sesuai anjuran dokter, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika diare semakin parah. (*/sgt)
Editor : Titin Wulandari