Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuci Muka dengan Air Garam untuk Jerawat, Aman atau Justru Berbahaya?

Titin Wulandari • Senin, 13 Juli 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi : Tren cuci muka dengan air garam kembali viral di media sosial.(Foto:Canva)
Ilustrasi : Tren cuci muka dengan air garam kembali viral di media sosial.(Foto:Canva)

Radarbanyuwangi.id - Tren mencuci wajah menggunakan air garam kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak kreator konten membagikan pengalaman mereka dan mengklaim bahwa metode sederhana ini mampu membantu mengurangi jerawat sekaligus membuat kulit tampak lebih cerah. Meski demikian, para ahli dermatologi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengikuti tren tersebut tanpa memahami kondisi kulit masing-masing.

Dokter spesialis kulit dari MDCS Dermatology, Lauren Penzi, menjelaskan bahwa garam memiliki sifat antibakteri alami yang berpotensi membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Namun, ia menegaskan bahwa air garam bukanlah solusi utama maupun pengobatan yang terbukti efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit.

Menurut para ahli, penggunaan air garam pada wajah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika digunakan secara tidak tepat, metode ini justru dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit atau skin barrier yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 13 Juli, Leo Panen Keberuntungan, Bagaimana Nasib Zodiak Anda?

Bagi masyarakat yang tetap ingin mencoba perawatan ini, dokter menyarankan penggunaan garam laut bertekstur halus atau garam meja biasa yang telah dilarutkan dalam air hangat. Sebaliknya, jenis garam yang bertekstur kasar seperti garam Epsom maupun garam Himalaya sebaiknya dihindari karena berisiko menimbulkan gesekan yang dapat melukai permukaan kulit wajah.

Selain itu, frekuensi penggunaan juga perlu diperhatikan. Air garam tidak disarankan digunakan setiap hari. Penggunaannya cukup dibatasi satu hingga dua kali dalam seminggu guna menghindari kulit menjadi terlalu kering dan kehilangan kelembapan alaminya.

Penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai masalah baru. Mulai dari rusaknya skin barrier, memperburuk kondisi jerawat yang sedang meradang, hingga memicu munculnya hiperpigmentasi atau noda kehitaman pada kulit. Risiko tersebut cenderung lebih tinggi pada pemilik kulit kering dan sensitif, terutama jika larutan garam yang digunakan terlalu pekat atau sisa garam tidak dibilas dengan bersih setelah pemakaian.

Baca Juga: Smartphone Android 16 dengan Keyboard QWERTY Fisik Siap Bangkitkan Nostalgia

Sebagai alternatif yang lebih aman, para dermatolog merekomendasikan penggunaan produk pembersih wajah yang mengandung garam laut dan telah diformulasikan secara khusus serta melalui pengujian dermatologis. Produk semacam ini umumnya dirancang untuk memberikan manfaat kandungan garam tanpa mengorbankan kesehatan lapisan pelindung kulit.

Para ahli juga menekankan bahwa konsultasi dengan dokter spesialis kulit tetap menjadi langkah paling tepat sebelum mencoba berbagai tren perawatan wajah berbahan alami. Dengan memahami jenis dan kebutuhan kulit terlebih dahulu, risiko efek samping dapat diminimalkan sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.(*)

Editor : Titin Wulandari
#cuci muka #cuci muka pakai garam #dokter kulit #kesehatan kulit