RADARBANYUWANGI.ID - Buah-buahan selama ini dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Meski demikian, bukan berarti semua jenis buah dapat dikonsumsi tanpa batas.
Kandungan gula alami atau fruktosa, kalori, hingga mineral tertentu pada sejumlah buah tetap berpotensi memicu gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap memperhatikan porsi dan variasi buah yang dikonsumsi setiap hari.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa fruktosa yang terkandung dalam buah memang lebih baik dibandingkan gula tambahan.
Namun, konsumsi yang melampaui kebutuhan tubuh tetap dapat menimbulkan dampak negatif.
Menurutnya, asupan fruktosa yang berlebihan berisiko meningkatkan gangguan metabolisme, termasuk memicu kenaikan kadar asam urat serta masalah kesehatan lainnya.
Oleh sebab itu, konsumsi buah tetap harus dilakukan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Salah satu buah yang perlu dibatasi adalah durian.
Buah dengan cita rasa khas tersebut mengandung kalori, lemak, dan gula dalam jumlah relatif tinggi.
Apabila dikonsumsi berlebihan, durian dapat meningkatkan kadar gula darah, memicu kenaikan berat badan, serta kurang dianjurkan bagi penderita diabetes.
Selain durian, mangga juga memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi.
Walaupun kaya vitamin A dan vitamin C, konsumsi mangga secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki gangguan pengaturan gula darah.
Pisang juga termasuk buah yang perlu dikonsumsi sesuai porsi.
Kandungan kaliumnya memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi bagi penderita gangguan ginjal, kelebihan kalium dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung karena tubuh tidak mampu membuang mineral tersebut secara optimal.
Sementara itu, nangka mengandung karbohidrat dan gula yang cukup tinggi sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan.
Adapun semangka yang dikenal kaya kandungan air juga tetap perlu dibatasi.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, buah ini dapat menyebabkan perut kembung, meningkatkan frekuensi buang air kecil, sekaligus menambah asupan gula harian.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan masyarakat mengonsumsi buah sekitar dua hingga tiga porsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Mengombinasikan berbagai jenis buah dalam porsi yang tepat dinilai lebih baik dibandingkan mengonsumsi satu jenis buah dalam jumlah berlebihan.
Editor : Lugas Rumpakaadi