Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lari Lebih Cepat Bakar Kalori, Bersepeda Lebih Aman untuk Sendi, Begini Cara Memilih Olahraga yang Tepat Menurut Ahli

Shinta Ayu Rahma Wardani • Minggu, 12 Juli 2026 | 10:25 WIB
Lari dan bersepeda sama-sama baik untuk kesehatan jantung. (Pinterest)
Lari dan bersepeda sama-sama baik untuk kesehatan jantung. (Pinterest)

RADARBANYUWANGI.ID - Memilih antara lari atau bersepeda sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren yang sedang populer.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat menyesuaikan jenis olahraga dengan berat badan, kondisi fisik, serta riwayat cedera agar manfaat yang diperoleh lebih optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan pada persendian.

Lari maupun bersepeda sama-sama termasuk olahraga kardio yang efektif menjaga kesehatan jantung.

Meski demikian, keduanya memiliki karakteristik berbeda, terutama dari sisi pembakaran kalori dan tingkat benturan yang diterima tubuh selama berolahraga.

Bagi masyarakat yang memiliki target utama menurunkan berat badan, lari atau jogging dinilai lebih efektif.

Berdasarkan data medis yang disampaikan dr. Fadhli Rizal Makarim melalui Halodoc, dalam satu jam berlari seseorang dapat membakar sekitar 566 hingga 839 kalori. 

Sementara itu, bersepeda membakar sekitar 498 hingga 738 kalori dalam durasi yang sama.

Selain membantu membakar kalori lebih banyak, lari juga tergolong olahraga menopang beban.

Benturan yang terjadi saat telapak kaki menyentuh permukaan jalan merangsang pembentukan kepadatan tulang.

Kondisi tersebut berperan dalam menjaga kekuatan tulang sekaligus membantu menurunkan risiko osteoporosis pada usia lanjut.

Namun demikian, lari tidak menjadi pilihan ideal bagi semua orang.

Olahraga ini kurang dianjurkan bagi individu dengan berat badan berlebih maupun penderita radang sendi.

Benturan yang terus-menerus diterima lutut, pergelangan kaki, dan pinggul dapat meningkatkan tekanan pada persendian sehingga berpotensi mempercepat kerusakan tulang rawan.

Sebagai alternatif, bersepeda menjadi pilihan yang lebih ramah bagi persendian.

Saat bersepeda, sebagian besar beban tubuh ditopang oleh sadel sehingga tekanan pada lutut dan pergelangan kaki jauh lebih rendah.

Karena termasuk olahraga minim benturan, risiko cedera sendi juga cenderung lebih kecil.

Keunggulan lain bersepeda adalah memungkinkan seseorang berolahraga dengan durasi lebih lama tanpa membuat otot cepat mengalami kelelahan.

Hal tersebut menjadikan bersepeda cocok bagi pemula, orang dengan berat badan berlebih, maupun mereka yang sedang menjalani pemulihan cedera.

Pada akhirnya, tidak ada olahraga yang paling baik untuk semua orang.

Lari maupun bersepeda sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan apabila dipilih sesuai kondisi tubuh dan dilakukan secara rutin.

Menyesuaikan jenis olahraga dengan kemampuan fisik menjadi langkah penting untuk memperoleh manfaat maksimal sekaligus menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#olahraga sehat #Lari #bersepeda