Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Waspadai Black Mold di Rumah, Jamur Hitam yang Mengintai Kesehatan Penghuni dan Bisa Memicu Gangguan Pernapasan Serius

Nabella Anastasya Pratiwi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:35 WIB
Black mold atau jamur hitam dapat tumbuh di rumah yang lembap dan minim ventilasi. (Pexels/Rhubia Santos)
Black mold atau jamur hitam dapat tumbuh di rumah yang lembap dan minim ventilasi. (Pexels/Rhubia Santos)

RADARBANYUWANGI.ID - Rumah menjadi tempat paling nyaman untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.

Namun, di balik rasa aman tersebut, terdapat ancaman kesehatan yang sering luput dari perhatian, yakni kemunculan black mold atau jamur hitam (Stachybotrys chartarum).

Jamur ini umumnya tumbuh di area yang lembap, minim sirkulasi udara, dan jarang terkena sinar matahari.

Keberadaannya bukan sekadar mengganggu tampilan dinding rumah, tetapi juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan apabila spora jamur terus terhirup oleh penghuni.

Black mold dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu racun yang dilepaskan melalui spora berukuran sangat kecil dan menyebar di udara.

Karena tidak terlihat oleh mata, penghuni rumah kerap tidak menyadari telah menghirup spora tersebut dalam waktu yang lama.

Kelompok yang paling rentan terdampak meliputi anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Paparan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius dibandingkan orang dengan kondisi tubuh yang sehat.

Pertumbuhan jamur hitam sering kali dipicu oleh kondisi rumah yang lembap.

Misalnya, atap bocor saat musim hujan yang menyebabkan dinding tetap basah dalam waktu lama.

Apabila kelembapan tersebut tidak segera ditangani, jamur dapat mulai berkembang hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam dan meninggalkan bercak hitam pada permukaan dinding.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Ikhsanuddin Qoth'i, menegaskan bahwa akar persoalan utama bukan hanya membersihkan jamur yang sudah muncul, tetapi juga memperbaiki sirkulasi udara di dalam rumah.

"Permasalahan selanjutnya adalah si jamur itu dia gak cukup dengan disemprotin satu obat terus dia bisa hilang. Enggak. Kadang, permasalahan utamanya adalah ventilasi," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan cairan pembersih atau disinfektan memang dapat membantu menghilangkan jamur pada permukaan dinding.

Namun, apabila sumber kelembapan dan buruknya ventilasi tidak diperbaiki, jamur berpotensi tumbuh kembali.

Paparan spora black mold dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari batuk berkepanjangan, bersin-bersin, sesak napas, mata berair, hingga iritasi pada kulit.

Pada kondisi yang lebih berat, paparan kronis berisiko menyebabkan infeksi paru-paru yang serius, terutama bagi kelompok rentan.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling efektif.

Pemilik rumah dianjurkan menjaga kebersihan hunian secara rutin, mengendalikan tingkat kelembapan ruangan, segera memperbaiki kebocoran pada atap maupun pipa, serta memastikan setiap ruangan memiliki ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara tetap berjalan baik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#black mold