RADARBANYUWANGI.ID - Warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api di Kabupaten Garut, Kabupaten Subang, dan Kota Bandar Lampung kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan Rail Clinic di tiga stasiun sepanjang Semester I 2026 sebagai upaya memperluas pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut digelar di Stasiun Bumiwaluya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut; Stasiun Cipunagara, Kabupaten Subang; serta Stasiun Sukamenanti, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Rail Clinic merupakan layanan kesehatan bergerak yang membawa dokter, tenaga medis, serta fasilitas pemeriksaan langsung ke lingkungan masyarakat di sekitar stasiun dan jalur rel.
"Rail Clinic membawa layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat. KAI ingin kehadiran kereta api dirasakan sampai ke ruang hidup warga, terutama mereka yang berada di sekitar stasiun dan jalur kereta api," ujarnya, Senin (6/7/2026), dikutip Antara.
Rail Clinic dirancang layaknya pusat layanan kesehatan mini yang beroperasi di atas rel. Dalam satu rangkaian kereta, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan dasar secara gratis.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Pemeriksaan kesehatan umum.
- Pemeriksaan gigi.
- Pemeriksaan mata.
- Layanan kebidanan dengan fasilitas USG.
- Pemeriksaan laboratorium sederhana.
- Apotek dengan pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan.
- Konsultasi tenaga medis.
- Edukasi dan penyuluhan kesehatan.
Menurut Anne, layanan jemput bola masih sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang terkendala jarak, biaya transportasi, kesibukan bekerja, maupun keterbatasan pendampingan keluarga ketika hendak memeriksakan kesehatan.
"Bagi sebagian warga, pemeriksaan kesehatan sering tertunda karena aktivitas harian, jarak tempuh, biaya perjalanan, atau kebutuhan untuk didampingi keluarga. Saat Rail Clinic hadir di stasiun, pemeriksaan menjadi lebih mudah dijangkau," katanya.
Pemilihan lokasi Rail Clinic juga mempertimbangkan kondisi akses layanan kesehatan di masing-masing wilayah.
Di Stasiun Bumiwaluya, Rail Clinic melayani masyarakat Desa Citeras dan sekitarnya di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Berdasarkan data BPS Kecamatan Malangbong Dalam Angka 2025, Desa Citeras berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan dan sekitar 35 kilometer dari pusat Kabupaten Garut.
Pada tingkat kecamatan, tersedia satu rumah sakit, satu puskesmas rawat inap, satu puskesmas nonrawat inap, serta tujuh apotek. Kehadiran Rail Clinic menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat sekitar jalur kereta.
Sementara itu, Rail Clinic di Stasiun Sukamenanti melayani masyarakat Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan data BPS Kecamatan Panjang Dalam Angka 2025, Kelurahan Pidada berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat Kecamatan Panjang dan sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung. Di tingkat kecamatan terdapat satu puskesmas rawat inap dan tiga apotek, namun belum tersedia rumah sakit sehingga layanan kesehatan bergerak dinilai dapat membantu memperluas akses pemeriksaan awal bagi masyarakat.
"Rail Clinic tidak menggantikan peran fasilitas kesehatan yang sudah ada. Kehadirannya membantu memperluas jangkauan layanan dasar, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan awal, konsultasi, dan edukasi kesehatan secara langsung di dekat tempat tinggal mereka," jelas Anne.
Selain layanan kesehatan, KAI juga menghadirkan Rail Library di Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipunagara.
Program tersebut memberikan ruang belajar bagi anak-anak melalui koleksi buku bacaan, ruang baca yang nyaman dengan sofa dan area lesehan, serta enam unit komputer yang terhubung dengan sistem e-library. Anak-anak dan pelajar dapat mengakses buku digital, materi edukasi, hingga konten audio visual berbasis internet.
Di Bumiwaluya, Rail Library menjadi tempat bagi anak-anak mengenal budaya membaca sekaligus lebih dekat dengan dunia perkeretaapian melalui suasana belajar yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya.
"Di Bumiwaluya dan Cipunagara, Rail Clinic dan Rail Library menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memperluas literasi. Setiap kegiatan menghadirkan cerita yang menyentuh. Ada anak-anak yang semakin dekat dengan buku, ada ibu yang memastikan tumbuh kembang anaknya, dan ada para lansia yang merasa lebih tenang setelah diperiksa. KAI bersyukur dapat mendampingi mereka," ujar Anne.
Anne menegaskan, keberadaan Rail Clinic merupakan bagian dari upaya KAI memperluas manfaat kehadiran kereta api di tengah masyarakat. Selain menghubungkan antardaerah melalui layanan transportasi, kereta api juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat sosial secara langsung.
"KAI ingin masyarakat merasakan bahwa kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan mereka. Saat kereta kesehatan datang ke stasiun, yang hadir adalah perhatian, sapaan, dan kepedulian," katanya.
Melalui Rail Clinic dan Rail Library, KAI berupaya memperkuat pelaksanaan program TJSL yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga literasi. Kehadiran layanan bergerak tersebut diharapkan membantu warga memperoleh pemeriksaan kesehatan lebih dini sekaligus membuka ruang belajar yang lebih mudah diakses anak-anak di sekitar jalur kereta api.
Editor : Lugas Rumpakaadi