Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mi Instan Diduga Picu Wabah Salmonella, 106 Orang Terinfeksi di Eropa

Titin Wulandari • Senin, 6 Juli 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi : Otoritas kesehatan Eropa mengungkap mi instan berbumbu diduga menjadi sumber wabah Salmonella(Foto:Canva)
Ilustrasi : Otoritas kesehatan Eropa mengungkap mi instan berbumbu diduga menjadi sumber wabah Salmonella(Foto:Canva)

 

Radarbanyuwangi.id -  Otoritas keamanan pangan dan kesehatan Eropa mengungkap temuan penting terkait penyebaran wabah Salmonella Stanley yang terjadi di sejumlah negara. Berdasarkan hasil investigasi bersama, European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyimpulkan bahwa mi instan berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin menjadi penyebab wabah tersebut.

Periode penyebaran kasus tercatat berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026, dengan total 106 kasus terkonfirmasi di 14 negara Eropa. Wabah ini mayoritas menyerang anak-anak dan dewasa muda, sementara sedikitnya 49 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi yang dialami.

Negara yang melaporkan kasus meliputi Austria, Inggris Raya, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia.

Baca Juga: Selama Ini Salah! Chef Ungkap Alasan Sushi Harus Langsung Habis dalam Satu Gigitan

Dari seluruh kasus yang tercatat, Lithuania dan Inggris Raya menyumbang hampir separuh jumlah pasien yang telah terkonfirmasi.

Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan adanya pola konsumsi yang sama pada sejumlah pasien di Denmark, Estonia, Jerman, Latvia, dan Lithuania. Mereka diketahui mengonsumsi mi instan berbumbu dari merek yang sama, sehingga produk tersebut menjadi fokus utama investigasi.

Produk yang masuk dalam penyelidikan adalah mi instan rasa ayam dan ayam pedas bermerek Reeva Foods. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service di Ukraina dan didistribusikan ke berbagai negara Eropa melalui pedagang grosir yang berbasis di Polandia.

Di Jerman, otoritas keamanan pangan Saxony telah memerintahkan penarikan Reeva Instant Noodle Dish Chicken Flavor 60 gram setelah hasil pengujian laboratorium menemukan adanya kontaminasi Salmonella Stanley pada produk tersebut.

Penyelidikan juga menemukan fakta bahwa sejumlah anak mengonsumsi mi instan tersebut dalam kondisi mentah tanpa terlebih dahulu diseduh menggunakan air mendidih sebagaimana petunjuk pada kemasan.

Kebiasaan tersebut dinilai meningkatkan risiko infeksi karena proses pemasakan yang seharusnya dapat membantu membunuh bakteri tidak dilakukan.

Sementara itu, pihak produsen di Ukraina telah melakukan investigasi internal. Namun, hasil pengujian terhadap bumbu yang digunakan dalam proses produksi tidak menemukan adanya kontaminasi Salmonella.

Baca Juga: Awas Terlena! Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Juli, Ada yang Harus Waspada dengan Keputusan Besar

EFSA dan ECDC menyatakan langkah pengendalian yang telah dilakukan, termasuk penarikan (recall) produk di sejumlah negara, berhasil menekan potensi munculnya kasus baru secara signifikan.

Kedua lembaga juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi produk yang telah masuk dalam daftar recall dan selalu mengikuti petunjuk memasak pada kemasan mi instan untuk mengurangi risiko paparan bakteri berbahaya.

Masyarakat yang telah membeli produk terkait disarankan memeriksa informasi penarikan yang dikeluarkan otoritas setempat dan tidak mengonsumsi produk tersebut apabila termasuk dalam daftar yang ditarik dari peredaran.(*)

Editor : Titin Wulandari
#Salmonella #wabah Salmonella #mi instan